KAMI MENGUNDANG PARA FISIKAWAN DAN PEMERHATI FISIKA UNTUK BERGABUNG DALAM FORUM KOMUNIKASI INI

Login

Lupa password?

Real Time Clock


JADWAL SHOLAT
HARI INI
SELURUH WILAYAH INDONESIA





ARAHKAN POINTER KE JAM
UNTUK MELIHAT TANGGAL

May 2012

MonTueWedThuFriSatSun
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Calendar Calendar

Navigasi


E-MAIL FISIKA
daftar dan periksa disini !!
provided and suppoted by :
powered by :


 Beranda
 Blog
 Portal
 Forum

 Group Mailing List FI :
 Fisika Indonesia

 Situs HFI :
 Himpunan Fisika Indonesia

 Fisika Net Indonesia

 Kalender
 Lacak
 Galeri
 FAQ
 Group
 Anggota
 Profil
 Pesan Pribadi

 Panduan Warna

 Kotak Surat :
 Physics
 Google
 Yahoo!
 Live
 MSN
 HotMail
 AOL



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]


Latest topics

» INFOTEK: Pesawat Mampu Terbang Non-Stop
Sat Oct 01, 2011 4:24 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
Sat Oct 01, 2011 4:20 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
Sat Oct 01, 2011 4:15 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
Sat Oct 01, 2011 4:11 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:56 pm by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
Tue Jan 11, 2011 2:48 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:42 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
Tue Jan 11, 2011 2:36 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:30 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
Tue Jan 11, 2011 2:28 pm by Achmad Firwany

» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
Mon Jan 10, 2011 2:57 pm by Achmad Firwany

» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Mon Jan 10, 2011 12:37 pm by Achmad Firwany

» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
Mon Jan 10, 2011 11:17 am by Achmad Firwany

» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
Mon Jan 10, 2011 11:10 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
Mon Jan 10, 2011 10:53 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
Mon Jan 10, 2011 10:51 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
Tue Dec 28, 2010 10:39 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
Fri Aug 27, 2010 1:49 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
Fri Aug 27, 2010 1:33 am by Achmad Firwany

» WEBINFO: E-mail Fisika
Sun Aug 22, 2010 5:40 pm by TESQSCAPE

» INTRO: TESQSCAPE
Sun Aug 22, 2010 5:32 pm by TESQSCAPE

» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
Sun Jul 18, 2010 12:13 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
Tue Jun 15, 2010 6:35 pm by Admin

» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
Tue Jun 15, 2010 6:21 pm by Admin

» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
Tue Jun 15, 2010 6:13 pm by Admin

» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
Sun Jun 13, 2010 12:06 pm by Achmad Firwany

» MATERIAL: Kristal Cair
Sat May 01, 2010 9:34 am by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
Sat May 01, 2010 9:23 am by Achmad Firwany

» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
Sat May 01, 2010 8:31 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
Sat May 01, 2010 8:14 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
Sat May 01, 2010 7:28 am by Admin

» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
Wed Apr 28, 2010 3:59 am by Admin

» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
Wed Apr 28, 2010 3:49 am by Admin

» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
Wed Apr 28, 2010 3:45 am by Admin

» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
Fri Apr 23, 2010 6:04 pm by Achmad Firwany

» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
Fri Apr 23, 2010 5:19 pm by Achmad Firwany

» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
Thu Apr 22, 2010 10:31 am by Achmad Firwany

» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
Thu Apr 22, 2010 10:23 am by Achmad Firwany

» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
Thu Apr 22, 2010 10:18 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
Thu Apr 22, 2010 10:01 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
Tue Apr 20, 2010 6:03 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
Tue Apr 20, 2010 5:30 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
Tue Apr 20, 2010 4:54 pm by Achmad Firwany

» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
Tue Apr 20, 2010 9:12 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
Tue Apr 20, 2010 8:44 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
Tue Apr 20, 2010 8:13 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
Tue Apr 20, 2010 8:00 am by Achmad Firwany

» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
Tue Apr 20, 2010 7:48 am by Achmad Firwany

» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 7:37 am by Admin

» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 6:49 am by Admin

» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
Tue Apr 20, 2010 5:30 am by Achmad Firwany

» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
Tue Apr 20, 2010 3:49 am by Achmad Firwany

» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Tue Apr 20, 2010 3:01 am by Achmad Firwany

» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
Tue Apr 20, 2010 2:52 am by Achmad Firwany

» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
Tue Apr 20, 2010 2:24 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
Tue Apr 20, 2010 2:20 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
Tue Apr 20, 2010 2:18 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
Tue Apr 20, 2010 2:15 am by Achmad Firwany

» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
Tue Apr 20, 2010 2:08 am by Achmad Firwany

» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
Tue Apr 20, 2010 1:35 am by Achmad Firwany

» LENSA: Nomor Anda Berapa?
Tue Apr 20, 2010 1:18 am by Achmad Firwany

» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
Tue Apr 20, 2010 12:57 am by Achmad Firwany

» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
Mon Apr 19, 2010 5:35 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
Mon Apr 19, 2010 11:25 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
Mon Apr 19, 2010 9:36 am by Achmad Firwany

» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
Mon Apr 12, 2010 5:18 am by Admin

» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
Fri Apr 09, 2010 7:34 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
Fri Apr 09, 2010 6:15 am by Admin

» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
Fri Apr 09, 2010 4:06 am by Admin

» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
Fri Apr 09, 2010 3:54 am by Admin

» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
Fri Apr 09, 2010 3:49 am by Admin

» FORUM: Administrator: Salam Kenal
Fri Apr 09, 2010 3:36 am by Admin

» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
Fri Apr 09, 2010 3:23 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Video
Fri Apr 09, 2010 3:10 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Audio
Fri Apr 09, 2010 2:59 am by Admin

» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
Fri Apr 09, 2010 2:32 am by Admin

» TEST: Membuat Tabulasi
Thu Apr 08, 2010 7:06 pm by Admin

» TEST: Membuat Daftar
Thu Apr 08, 2010 7:02 pm by Admin

» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
Thu Apr 08, 2010 7:00 pm by Admin

» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
Thu Apr 08, 2010 6:49 pm by Admin

» FORUM: Tata Tertib
Thu Apr 08, 2010 6:46 pm by Admin

» FORUM: Etika
Thu Apr 08, 2010 6:42 pm by Admin

» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
Thu Apr 08, 2010 6:35 pm by Admin

» FORUM: Selamat Datang
Thu Apr 08, 2010 6:15 pm by Admin

» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
Thu Apr 08, 2010 6:11 pm by Admin

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
Mon Feb 22, 2010 8:48 am by Admin

» WTA: Image To Seg-Y
Tue Feb 09, 2010 8:00 pm by hendraparley

» EPILOG: The Physics Philosophy
Tue Aug 18, 2009 8:55 am by Admin

Yahoo! Group Mailing List
Fisika Indonesia

User Yang Sedang Online

Total 4 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 4 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 22 pada Fri May 07, 2010 9:18 am

Statistics

Total 256 kiriman artikel dari user in 92 subjects

Total 22 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah baaaaaaapi

FISIKA-NET

Internet Banking


[ click to toggle ]


Ditemukan 54 data yang cocok

NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir - Tue Jun 15, 2010 6:35 pm

PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir



Jakarta (ANTARA News) - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) merekomendasikan agar Indonesia segera menerapkan alternatif energi nuklir untuk meningkatkan daya saing bangsa.

"Kami tetap konsisten bahwa alternatif energi nuklir adalah pilihan yang sudah tidak bisa ditawar lagi bagi negara yang ingin maju," kata Ketua Umum PII, Muhammad Said Didu, di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, dari sisi keamanan, penggunaan energi nuklir tidak perlu diragukan lagi sebab sampai saat ini kecelakaan yang diakibatkan oleh energi nuklir belum pernah sampai menelan korban hingga puluhan ribu jiwa seperti layaknya kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya.

Menurut Said, nuklir memang layak diperuntukkan penerapannya sebagai energi.

"Nuklir memang untuk energi dan di beberapa negara lain untuk senjata. Jangan karbon yang dibakar untuk digunakan sebagai energi," katanya.

Said berpendapat, penggunaan karbon (batubara, minyak bumi, dan gas) sebagai energi justru salah kaprah.

"Hanya insinyur bodoh yang membakar karbon untuk energi. Selama ada energi lain yang lebih murah simpanlah karbon untuk sumber bahan baku segala hal, karena karbon bukanlah energi," katanya.

Nuklir, kata Said, sudah saatnya digunakan sebagai bahan baku energi di Indonesia untuk meningkatkan daya saing.

Pembangunan pembangkit energi nuklir, kata Said, justru lebih murah dibandingkan dengan pembangkit energi listrik bertenaga batubara.

"Pembangkit nuklir umurnya bisa mencapai 40 tahun sedangkan pembangkit batubara hanya 20 tahun," katanya.

Ia menambahkan, selama Indonesia masih menggunakan energi konvensional maka jangan harap Indonesia akan mampu bersaing dalam kompetisi global.

"Contohnya saja mengirimkan mangga dari Indramayu ke Surabaya, biayanya jauh lebih mahal ketimbang mengimpor mangga dari Amerika Serikat," katanya.

Menurut dia, biaya transportasi impor bisa ditekan lebih murah karena menggunakan bahan bakar nuklir.

"Kalau tidak menggunakan nuklir, maka itu akan mengurangi daya saing Indonesia dalam persaingan global," demikian Muhammad Said Didu.
(T.H016/P003)



PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
Senin, 14 Juni 2010 17:11 WIB | Iptek | Teknologi | Dibaca 604 kali
http://www.antaranews.com/berita/1276510277/pii-rekomendasikan-penerapan-energi-nuklir

KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan - Tue Jun 15, 2010 6:21 pm

Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan

Washington (ANTARA News) - Kandungan air di Bulan lebih banyak dari perkiraan terdahulu dan dan dipercaya berada di bawah permukaan Bulan, menurut laporan yang diterbitkan Senin seperti dikutip Reuters.

Misi ke Bulan terbaru telah menunjukkan beku air pada bayang kawah permukaan Bulan, dan es di bawah debu abu-abu. Namun, beku es tersebut bisa dibawa secara potongan pada asteroid yang berjatuhan di permukaan Bulan.

Tetapi penelitian baru yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Science menunjukkan bahwa kandungan air jauh lebih banyak dari perkiraan tersebut. Hal ini merupakan penemuan penting untuk misi ke Bulan di masa mendatang.

"Air bisa jadi ada merata pada interior Bulan," menurut kesimpulan para peneliti di Proceedings of the National Academy of Science.

"Lebih dari 40 tahun kita berpikir Bulan itu kering," kata pemimpin penelitian dari Carnegie Institution of Washington, Francis McCubbin.

"Kami menemukan persediaan air berkisar dari 64 bagian per miliar hingga 5 bagian per juta -- setidaknya dua kali lipat dari penemuan sebelumnya," jelasnya.

Air tidak mudah untuk diakses -- air terkandung dalam interior bebatuan Bulan, menurut laporan yang dipublikasikan pada "http://www.pnas.org/cgi/doi/10.1073/pnas.1006677107"

Banyak peneliti sekarang mempercayai Bulan terbentuk saat benda seukuran planet Mars menabrak Bumi 4,5 milyar tahun lalu, melepas materi dasar untuk membentuk Bulan.

Magma terbentuk saat proses ini berjalan dan mengawetkan beberapa molekul air ketika magma mendingin dan mengkristal.

Para peneliti melihat contoh yang dikumpulkan 40 tahun lalu saat Apollo melakukan misi ke Bulan. Jenis bebatuan yang umum dalam interior Bulan memiliki bukti kandungan kimia hidrogen dan oksigen, senyawa dasar air.

"Konsentrasinya sangat rendah dan, karenanya mereka hampir mustahil dideteksi hingga hari ini," ujar McCubbin.

"Kami akhirnya memulai untuk meninjau implikasi dan asal muasal dari air di dalam interior Bulan," imbuh McCubbin.(KR-IFB/A038)



Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
Selasa, 15 Juni 2010 11:07 WIB | Iptek | Sains
http://www.antaranews.com/berita/1276574852/kandungan-air-di-bulan-ternyata-lebih-banyak-dari-perkiraan

INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI - Tue Jun 15, 2010 6:13 pm

Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI



Jakarta (ANTARA News) - Prof Lukman Hakim PhD Apt dilantik menjadi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggantikan Prof Dr Umar Anggara Jenie yang akan memasuki masa pensiun pada Agustus.

Lukman, ahli farmasi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala LIPI tersebut dilantik menjadi Kepala LIPI oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata di Jakarta, Senin.

Suharna saat ditanya wartawan mengatakan, tidak ada hubungannya kasus penjualan hasil sitaan bahan baku narkoba oleh peneliti LIPI dengan penggantian Kepala LIPI ini.

"Karena Pak Umar kan mau pensiun Agustus ini," kata Suharna.

Lukman usai dilantik kepada wartawan menyatakan, keprihatinannya soal anggaran bagi riset iptek yang peningkatannya dari tahun ke tahun sangat lambat.

"Sejak 1998 hingga saat ini telah terjadi peningkatan GDP (gross domestic product) per kapita di Indonesia yang lumayan, dari 1.100 dolar AS per kapita pada 1999 menjadi 2.100 dolar per kapita, tapi GDP ini sangat pelan berpengaruh pada anggaran untuk riset iptek," katanya.

Peningkatan GDP per kapita, ujarnya, juga karena eksplorasi pertambangan, jadi tidak karena kegiatan produksi yang sifatnya memiliki nilai tambah dari olahan bahan alam dan tidak berpengaruh pada rakyat kebanyakan.

Ia juga menyatakan prihatin pada minimnya sumber daya manusia yang terkait di bidang riset iptek karena kurangnya daya tarik dalam menggeluti dunia iptek.

"Daya tarik LIPI hanyalah kesempatan belajar yang luas, tapi itu hanya terjadi di masa Habibie. Ini bagian dari program saya untuk membuka kerja sama yang luas dengan lembaga internasional," katanya.

Lukman kelahiran Curup 23 September 1953, lulusan Fakultas MIPA UI pada 1979, meraih gelar master dalam ilmu kebijakan di Universitas Tokyo, Jepang, dan meraih gelar doktor untuk studi kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi di universitas yang sama pada 1993.

Sebelum menjadi Wakil Kepala LIPI sejak 2003, suami Jullie L Hakim ini pernah menjabat Deputi bidang Jasa Ilmiah LIPI, dan Direktur Kebijaksanaan Pengembangan dan Penguasaan Teknologi BPPT.

Bapak dua anak ini juga menjadi dosen program pasca sarjana farmasi FMIPA UI dan dosen di berbagai universitas lainnya serta berkali-kali menjadi konsultan di industri kimia.

Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia ini telah menghasilkan 60 tulisan dalam bentuk buku, prosiding dan jurnal ilmiah dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta artikel ilmiah di banyak majalah dan surat kabar.

Sementara itu, mantan Kepala LIPI Umar Anggara Jenie mengatakan, ia akan tetap berada di komunitas ilmiah dan bersama-sama Lukman menjadi anggota Komite Inovasi Nasional yang akan diresmikan pada Selasa (15/6).

(T.D009/Z003/S026)



Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
Senin, 14 Juni 2010 17:12 WIB | Iptek | Sains
http://www.antaranews.com/berita/1276510368/lukman-hakim-dilantik-jadi-kepala-lipi

METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak - Sat May 01, 2010 8:31 am

Ledakan Misterius di Duren Sawit

Masuknya Meteorit Sulit Diprediksi


meteor, meteoride, meteorite, meteorid, meteorit, meteorology, meteorologi
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengumpulkan material dari ledakan yang belum jelas asalnya di Jalan Delima VI Gang Dua No 31, Kelurahan Malakasari, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/4/2010). Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengamankan debu-debu berbentuk pasir dan memastikan sumber ledakan bukan dari bahan peledak. KOMPAS/AGUS SUSANTO


JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak mudah mengantisipasi masuknya meteorit ke permukaan Bumi untuk mencegah kerusakan seperti yang terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (30/4/2010). Demikian dikatakan Dr Thomas Djamaluddin, pakar antariksa dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional atau LAPAN.

"Meteorit sporadis seperti itu berasal dari batuan antarplanet. Sifatnya sulit sekali diprediksi, tidak bisa ditentukan dan dipekirakan waktunya," ujar Thomas kepada Kompas.com, Jumat (30/4/2010). Menurutnya, jumlah batuan antariksa yang masuk ke atmosfer Bumi sangat banyak dan ukurannya bermacam-macam. Sebagian besar mungkin terbakar habis di atmosfer. Hanya sebagian kecil yang sampai dekat permukaan Bumi dan diketahui manusia.

Thomas menjelaskan, meteorit berasal dari batuan antariska yang melayang-layang di luar angkasa dan mengorbit matahari. Jika suatu saat kebetulan berpapasan dengan Bumi, maka batuan tersebut kemudian masuk atmosfer dan terbakar. Kalau ukurannya besar, maka tidak habis terbakar dan meledak saat menabrak permukaan Bumi.

Menurut Thomas, ada dua jenis batuan meteorit secara umum, yakni yang tersusun dari bahan seperti batuan Bumi dan dari bahan logam yang kuat. Meteorit yang tersusun dari logam bisa menghasilkan ledakan lebih hebat. "Kalau betul di Duren Sawit meteorit, kemungkinan batuan yang rapuh yang sampai ke permukaan kemudian meledak saat menabrak rumah," ujar Thomas.

Saat ini, LAPAN telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mempelajari kemungkinan tersebut dan menganalisisnya. Puslabfor Polri sebelumnya telah mengumpulkan debu-debu dan serpihan yang ditemukan di lokasi ledakan dan sementara menyimpulkan bahwa ledakan berasal dari benda luar angkasa.



Laporan wartawan KOMPAS.com Tri Wahono
Jumat, 30 April 2010 | 17:29 WIB
http://sains.kompas.com/fenomena

Admin

NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN - Sat May 01, 2010 8:14 am

Batan: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN

PLTN, nuklir, atom, batan, fisika
Batan: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
(ANTARA/Akhmad Nazarrudin)

Jakarta (ANTARA News) - Kecelakaan Chernobyl 24 tahun lalu, pada 26 April 1986, tidak bisa menjadi alasan untuk penolakan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang telah direncanakan sesuai Undang-undang.

"Reaktor Chernobyl dikembangkan oleh Uni Sovyet pada era perang dingin, didesain untuk tujuan militer dan mempunyai banyak kelemahan dalam desain," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Hudi Hastowo pada diskusi tentang "Mengenang 24 Tahun Kecelakaan Chernobyl" di Jakarta, Jumat.

Kesalahan fundamental reaktor RMBK ini, ujar dia, tidak memiliki pengungkung pencegah kebocoran radiasi ke lingkungan seperti yang selalu ada pada desain reaktor nuklir.

"Selain itu, reaktor ini memiliki sifat yang kurang aman di mana koefisien reaktivitas void (gelembung) positif, yang jika void dalam pendingin bertambah misalnya karena kenaikan temperatur, teras akan memberikan umpan balik reaktivitas positif yang berakibat reaksi fiksi menjadi tak terkendali," katanya.

Reaktor nomor 4 tersebut juga telah melanggar prosedur dengan melakukan ujicoba yang bertujuan untuk mengetahui apakah turbin pada saat berputar dengan momentumnya sendiri setelah reaktor dipadamkan, masih mampu menghasilkan tenaga listrik yang cukup untuk menggerakkan alat kedaruratan dan pompa pendingin teras reaktor, sebelum listrik cadangan masuk, katanya.

Hudi juga mengatakan, operator instalasi reaktor Chernobyl juga tak memiliki budaya keselamatan dengan tak memperbaiki kelemahan desain reaktor RMBK-nya sebelum terjadi kecelakaan, padahal dokumen "Chernobyl Construction Weakness" telah menyebut secara jelas.

Sementara itu, anggota Pusat Pengkajian dan Pengembangan Energi Nuklir ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Irwanuddin yang sempat meninjau bekas Reaktor Chernobyl di Ukraina mengatakan, reaktor no 4 Chernobyl merupakan reaktor riset, namun telah melanggar prosedur dengan mengalihkannya sebagai PLTN.

"Ada perbedaan antara reaktor riset dan PLTN, dimana reaktor riset menggunakan sistem manual, sementara PLTN langsung padam pada saat dilakukan shutdown, ketika terjadi suatu kejadian," katanya.

Selain itu teknologi RBMK tipe 150 itu menggunakan teknologi yang masih sangat klasik, sementara teknologi PLTN saat ini sudah sangat maju dan berkembang terus, ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun kejadian Chernobyl sudah merusak reputasi PLTN, namun berhubung Rusia membutuhkan energi listrik sangat besar untuk membangun negaranya, maka hingga saat ini 75 persen listrik Rusia berasal dari PLTN.

Hal yang sama juga terjadi pada Jepang yang telah mengalami dijatuhi bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki serta memiliki banyak tantangan gempa dan tsunami, namun 40-50 persen dari tenaga listriknya berasal dari PLTN.

Hudi menambahkan, bahwa tidak benar negara-negara maju saat ini beramai-ramai menutup PLTN-nya, karena faktanya PLTN yang ditutup disebabkan faktor usia yang sudah waktunya ditutup dan desainnya sudah kuno.

Ia menambahkan bahwa negara-negara berkembang saat ini berlomba membangun PLTN, baik China, India, Korea Selatan dan lain-lain untuk memenuhi kebutuhan listriknya yang makin besar di masa depan.
(D009/B010)



Jumat, 30 April 2010 16:13 WIB | Warta Bumi | Konservasi/Pelestarian
http://www.antaranews.com/wartabumi/konservasi

NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020 - Sat May 01, 2010 7:28 am

BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Hudi Hastowo, mengatakan Indonesia baru memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir antara tahun 2018 dan 2020, atau mundur dari jadwal semula.

"Sudah pasti mundur, dan tidak mungkin pada tahun 2016," kata Kepala BATAN Hudi Hastowo pada diskusi tentang "Mengenang 24 Tahun Kecelakaan Chernobyl" di Jakarta, Jumat.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa kebutuhan energi listrik pada masa depan akan sangat tinggi. Karena itu, PLTN harus menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan energi nasional agar kebutuhan tersebut bisa mencukupi.

"Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ini tidak menegasikan energi alternatif lainnya karena PLTN hanya melengkapi saja agar tetap bisa cukup. Semua energi juga masuk dalam rencana pengembangan, baik panas bumi, air, angin, surya, maupun biomassa," katanya.

Potensi panas bumi Indonesia sebesar 28 gigawatt (GW), menurut dia, belum mencukupi. Demikian pula tenaga air yang semakin terbatas, tenaga angin yang kecepatannya tidak memenuhi syarat, tenaga surya yang pengadaan sel suryanya sangat mahal, dan energi alternatif lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi PLTN saat ini sudah jauh lebih maju dibanding dengan teknologi masa lalu. Apalagi sangat menekankan keselamatan dengan hadirnya konsep PLTN generasi IV yang aman, ekonomis, dan limbahnya minimal.

Selain itu, sejak kejadian Chernobyl telah lahir berbagai konvensi yang secara administratif lebih meningkatkan keselamatan nuklir, misalnya Nuclear Safety Convention yang tidak memungkinkan suatu negara menyembunyikan informasi terkait keselamatan PLTN.

Juga lahir Konvensi Early Warning Notification on Nuclear Accident yang mengikat negara anggota untuk melaporkan sesegera mungkin suatu kecelakaan pada fasilitas nuklirnya sehingga negara lain bisa segera meresponnya.

Konvensi tentang Third Party Liability juga disepakati untuk memberi jaminan pihak ketiga yang dirugikan akibat tindakan suatu fasilitas nuklir, ujarnya.

"Indonesia sudah meratifikasi semua konvensi internasional yang dibutuhkan sebelum masuk ke era PLTN," katanya.
(T.D009/D007/R009)



Jumat, 30 April 2010 22:29 WIB | Iptek | Teknologi
http://www.antaranews.com/berita/1272641395/batan-indonesia-baru-memiliki-pltn-2018-2020

METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak - Sat May 01, 2010 7:20 am

Ledakan Meteorit Langka dan Acak


Warga membersihkan sisa ledakan dari sumber yang belum jelas asalnya di Jalan Delima VI Gang Dua No 31, Kelurahan Malakasari, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2010). Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengamankan debu-debu berbentuk pasir dan memastikan sumber ledakan bukan dari bahan peledak. KOMPAS/AGUS SUSANTO


JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan misterius di Duren Sawit, Jakarta Timur, masih mengundang tanda tanya, termasuk bagi para peneliti antariksa di Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Berdasarkan temuan Puslabfor Polri, ledakan tersebut kemungkinan disebabkan benda antariksa.

Menurut Dr Thomas Djamaluddin, pakar antariksa LAPAN, kalau benar ledakan tersebut disebabkan meteorit, peristiwa semacam ini termasuk langka. Dalam artian, ledakan meteorit yang dekat permukaan Bumi dan diketahui manusia jarang ditemui.

"Laporan yang sampai di LAPAN, meteorit jatuh pernah terjadi sekitar awal tahun 2000-an di Tegal, tahun 2003 di Pontianak, dan tahun 2007 di Bali," kata Thomas saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/4/2010). Ia mengatakan, ledakan meteorit disebabkan oleh batuan antariksa yang masuk ke atmosfer Bumi kemudian terbakar. Ada yang sampai dekat permukaan dan banyak juga yang habis terbakar di atmosfer. Namun, hanya sedikit yang diketahui manusia.

Thomas mengatakan, peristiwa tersebut terjadi secara acak, dan peluang terjadi di permukaan Bumi sama saja, antara daerah tropis dan tidak. Jenis meteorit yang masuk ke Bumi, papar Thomas, secara umum ada dua macam, yakni meteorit tauh dari bahan batuan seperti di Bumi dan meteorit berbahan logam.

"Meteorit sifatnya bermacam-macam. Ada yang jenis metal, sangat kuat sekali batuan itu. Ada yang memang rapuh. Maka dari itu, setelah mencapai permukaan Bumi, itu ada yang belum mencapai permukaan sudah habis terbakar, ada juga yang tidak," ujar Thomas.

Thomas mengatakan, pihaknya telah mengirim tim ke lokasi ledakan di Duren Sawit untuk melakukan investigasi kemungkinan ledakan akibat meteorit. Ia memperkirakan, jika ledakan sebasar itu benar disebabkan oleh benda antariksa, maka itu adalah jenis meteorit rapuh sebesar pohon kelapa.

Seperti diberitakan, ledakan yang terjadi di Jalan Delima VI Gang 2, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/4/2010) sekitar pukul 16.30 itu menyebabkan tiga rumah rusak.



Laporan wartawan KOMPAS.com Tri Wahono
Jumat, 30 April 2010 | 16:58 WIB
http://sains.kompas.com/read/2010/04/30/16581988/Ledakan.Meteorit.Langka.dan.Acak

INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia - Wed Apr 28, 2010 3:59 am

Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia


Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menjadi negara pertama di Asia dan kedua di dunia yang menerapkan internet berkecepatan 42 Mbps untuk unduh data menggunakan teknologi Dual Carrier HSPA (DC-HSPA+).

"Kami telah siap melayani secara komersial internet berkecepatan 21 Mbps maupun 42 Mbps," kata Chief Wholesale and Infrastructure Officer & Director Indosat, Fadzri Sentosa, di Jakarta, Senin.

Indosat menjdadi operator yang menerapkan akses Internet DC-HSPA+ dengan down link speed hingga 42 Mbps per user tersebut.

Fadzri mengatakan, kecepatan akses dan kapasitas data yang jauh lebih besar yang dihadirkan Indosat bersama Ericsson itu akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat awal Mei 2010 nanti, terutama untuk pelanggan mobile broadband Indosat dan IM2.

"Sebelumnya pada 2009 kami telah memperkenalkan akses HSPA+ yang memberikan kecepatan akses downlink hingga 21 Mbps dan kecepatan uplink hingga 5.8 Mbps," katanya.

Saat ini pihaknya telah berhasil menyelesaikan peningkatan akses HSPA+ hingga 21 Mbps tersebut dan telah melayani pelanggan dan masyarakat secara komersial.

"Ini juga menjadi komitmen kami dalam mengembangkan jaringan broadband di Indonesia yang juga menjadi program pemerintah saat ini," kata Fadzri seraya menyebut upaya ini sebagai langkah untuk segera memanfaatkan tambahan frekuensi 3G (second carrier) yang belum lama ini diperoleh dari pemerintah.

penerapan teknologi ini menjadi bukti dalam mengelola tambahan frekuensi 3G yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat untuk mendapatkan kapasitas lebih besar dan kecepatan lebih tinggi bagi akses broadband mereka.

Fadzri menambahkan, dengan kecepatan akses download hingga 42 Mbps, pelanggan dan masyarakat pengguna mobile broadband Indosat akan mendapatkan kecepatan akses yang belum pernah didapatkan sebelumnya, untuk mengakses berbagai aplikasi/konten (messaging, social networking, streaming, dan lain-lain) melalui media internet secara lebih mudah dan lebih cepat dengan mobilitas penuh.

Layanan 3.5G Indosat saat ini sudah melayani 28 kota Indonesia dengan jumlah pelanggan 1,5 juta, yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

H016/AR09

http://www.antaranews.com/berita/1272267342/terapkan-42-mbps-indonesia-terdepan-di-asia
Senin, 26 April 2010 14:35 WIB | Iptek | Internet

INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir - Wed Apr 28, 2010 3:49 am

Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir



Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia secara konsisten memperhatikan keselamatan energi nuklir, sehingga ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan Nuclear Safety Strategy Dialogue, kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata.

"Penunjukan itu merupakan perhatian dan kepercayaan dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) maupun Asian Nuclear Safety Network (ANSN)," katanya pada pertemuan Nuclear Safety Strategy Dialogue (NSSD) di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, bagi dunia internasional, aktivitas ANSN merupakan bukti bahwa organisasi dunia secara nyata memperhatikan dan mengutamakan keselamatan pada setiap program nuklir.

"Satu pelajaran berharga yang dapat diambil adalah di mana pun instalasi nuklir berada, keselamatan merupakan faktor utama yang menjadi prioritas baik di tingkat regional maupun internasional," katanya.

Ia mengatakan, penggunaan tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik di kawasan Asia, baik di negara-negara yang telah memiliki, merencanakan maupun yang sedang mempertimbangkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) semakin meningkat.

"Seiring dengan peningkatan program nuklir tersebut dirasa perlu adanya jaringan komunikasi antarnegara untuk meningkatkan keselamatan nuklir di tingkat kawasan khususnya di wilayah Asia," katanya.

Menurut dia, IAEA pada 2002 memprakarsai pembentukan jaringan komunikasi keselamatan yang disebut ANSN. Pembentukan ANSN dimaksudkan sebagai sarana komunikasi antarnegara anggota.

"Selain itu, jaringan ANSN juga digunakan sebagai sarana pertukaran informasi, berbagi pengetahuan dan pengalaman teknis bagi negara-negara anggota dalam rangka meningkatkan keselamatan nuklir di Asia," katanya.

Pertemuan NSSD itu diikuti 30 delegasi dari Indonesia, China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
(U.B015/H008//P003)



Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
Kamis, 22 April 2010 16:24 WIB | Iptek | Sains
http://www.antaranews.com/berita/1271928291/indonesia-konsisten-perhatikan-keselamatan-nuklir

INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile - Wed Apr 28, 2010 3:45 am

Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile


Teleskop/ilustrasi. (ist)

Santiago (ANTARA News) - Teleskop terbesar di dunia akan dibangun di padang pasir di bagian utara Chile dengan biaya 1 miliar dolar lebih, demikian Observatorium Selatan Eropa mengatakan, Senin.

Teleskop besar sekali Eropa berukuran 42 meter itu akan mengamati langit untuk menemukan eksoplanet, atau planet di sekitar bintang, dan juga berusaha untuk membuka misteri perkara dan energi yang masih gelap.

Teleskop itu akan dibangun 3.060 meter di atas permukaan laut di sebuah gunung di padang pasir Atacama yang kaya tambang di bagian utara Chile, yang cocok untuk teleskop besar karena permukaan uap air yang rendah dan langit malam yang jernih.

"Ukurannya akan memungkinkan kita untuk mengamati planet-planet yang pada dasarnya seperti Bumi," kata Lars Lindberg Christensen, kepala bagian pendidikan dan pencapaian publik observatorium itu di Garching, Jerman.

"Itu akan dapat menguji fisika fundamental ke tingkat yang sebelumnya tak mungkin," ia menambahkan. "Kita akan mempelajari lubang hitam, galaksi serta perkara dan energi gelap, yang merupakan dua komposit atau bagian dari alam semesta yang belum diketahui sepenuhnya."

Teleskop itu direncanakan akan mulai beroperasi pada 2018.



Reuters/S008/B002
Selasa, 27 April 2010 04:00 WIB | Iptek | Sains
http://www.antaranews.com/berita/1272315645/eropa-bangun-teleskop-terbesar-dunia-di-chile

INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel - Tue Apr 20, 2010 7:37 am

ANTI-CRIMINAL CELLULAR STUN-GUN:

Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel




INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel - Tue Apr 20, 2010 7:32 am

ANTI-CRIMINAL CELLULAR STUN-GUN:

Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel




INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel - Tue Apr 20, 2010 7:28 am

ANTI-CRIMINAL CELLULAR STUN-GUN:

Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel

Cell Phone Stun Gun




n/b: jika video ini tak tampil di komputer anda, silahkan klik disini.

Source: www.youtube.com

INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel - Tue Apr 20, 2010 7:25 am

ANTI-CRIMINAL CELLULAR STUN-GUN:

Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel

Cell Phone Stun Gun




n/b: jika video ini tak tampil di komputer anda, silahkan klik disini.

Source: www.youtube.com

INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel - Tue Apr 20, 2010 7:23 am

ANTI-CRIMINAL CELLULAR STUN-GUN:

Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel

Cell Phone Stun Gun




n/b: jika video ini tak tampil di komputer anda, silahkan klik disini.

Source: www.youtube.com


Kembali Ke Atas

Waktu sekarang Tue May 22, 2012 11:47 pm