KAMI MENGUNDANG PARA FISIKAWAN DAN PEMERHATI FISIKA UNTUK BERGABUNG DALAM FORUM KOMUNIKASI INI

Login

Lupa password?

Real Time Clock


JADWAL SHOLAT
HARI INI
SELURUH WILAYAH INDONESIA





ARAHKAN POINTER KE JAM
UNTUK MELIHAT TANGGAL

December 2016

MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigasi


E-MAIL FISIKA
daftar dan periksa disini !!
provided and suppoted by :
powered by :


 Beranda
 Blog
 Portal
 Forum

 Group Mailing List FI :
 Fisika Indonesia

 Situs HFI :
 Himpunan Fisika Indonesia

 Fisika Net Indonesia

 Kalender
 Lacak
 Galeri
 FAQ
 Group
 Anggota
 Profil
 Pesan Pribadi

 Panduan Warna

 Kotak Surat :
 Physics
 Google
 Yahoo!
 Live
 MSN
 HotMail
 AOL



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]


Latest topics

» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
Mon Apr 15, 2013 12:48 am by trfrm

» FORUM: Administrator: Salam Kenal
Fri Mar 29, 2013 11:29 pm by kresnadjaja

» INTRO: TESQSCAPE
Fri Mar 29, 2013 11:26 pm by kresnadjaja

» Kelompok Keahlian Fisika Sains
Fri Aug 17, 2012 11:02 am by kresnadjaja

» INFOTEK: Pesawat Mampu Terbang Non-Stop
Sat Oct 01, 2011 4:24 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
Sat Oct 01, 2011 4:20 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
Sat Oct 01, 2011 4:15 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
Sat Oct 01, 2011 4:11 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:56 pm by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
Tue Jan 11, 2011 2:48 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:42 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
Tue Jan 11, 2011 2:36 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:30 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
Tue Jan 11, 2011 2:28 pm by Achmad Firwany

» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Mon Jan 10, 2011 12:37 pm by Achmad Firwany

» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
Mon Jan 10, 2011 11:17 am by Achmad Firwany

» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
Mon Jan 10, 2011 11:10 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
Mon Jan 10, 2011 10:53 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
Mon Jan 10, 2011 10:51 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
Tue Dec 28, 2010 10:39 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
Fri Aug 27, 2010 1:49 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
Fri Aug 27, 2010 1:33 am by Achmad Firwany

» WEBINFO: E-mail Fisika
Sun Aug 22, 2010 5:40 pm by TESQSCAPE

» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
Sun Jul 18, 2010 12:13 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
Tue Jun 15, 2010 6:35 pm by Admin

» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
Tue Jun 15, 2010 6:21 pm by Admin

» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
Tue Jun 15, 2010 6:13 pm by Admin

» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
Sun Jun 13, 2010 12:06 pm by Achmad Firwany

» MATERIAL: Kristal Cair
Sat May 01, 2010 9:34 am by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
Sat May 01, 2010 9:23 am by Achmad Firwany

» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
Sat May 01, 2010 8:31 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
Sat May 01, 2010 8:14 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
Sat May 01, 2010 7:28 am by Admin

» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
Wed Apr 28, 2010 3:59 am by Admin

» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
Wed Apr 28, 2010 3:49 am by Admin

» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
Wed Apr 28, 2010 3:45 am by Admin

» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
Fri Apr 23, 2010 6:04 pm by Achmad Firwany

» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
Fri Apr 23, 2010 5:19 pm by Achmad Firwany

» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
Thu Apr 22, 2010 10:31 am by Achmad Firwany

» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
Thu Apr 22, 2010 10:23 am by Achmad Firwany

» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
Thu Apr 22, 2010 10:18 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
Thu Apr 22, 2010 10:01 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
Tue Apr 20, 2010 6:03 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
Tue Apr 20, 2010 5:30 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
Tue Apr 20, 2010 4:54 pm by Achmad Firwany

» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
Tue Apr 20, 2010 9:12 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
Tue Apr 20, 2010 8:44 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
Tue Apr 20, 2010 8:13 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
Tue Apr 20, 2010 8:00 am by Achmad Firwany

» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
Tue Apr 20, 2010 7:48 am by Achmad Firwany

» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 7:37 am by Admin

» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 6:49 am by Admin

» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
Tue Apr 20, 2010 5:30 am by Achmad Firwany

» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
Tue Apr 20, 2010 3:49 am by Achmad Firwany

» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Tue Apr 20, 2010 3:01 am by Achmad Firwany

» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
Tue Apr 20, 2010 2:52 am by Achmad Firwany

» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
Tue Apr 20, 2010 2:24 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
Tue Apr 20, 2010 2:20 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
Tue Apr 20, 2010 2:18 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
Tue Apr 20, 2010 2:15 am by Achmad Firwany

» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
Tue Apr 20, 2010 2:08 am by Achmad Firwany

» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
Tue Apr 20, 2010 1:35 am by Achmad Firwany

» LENSA: Nomor Anda Berapa?
Tue Apr 20, 2010 1:18 am by Achmad Firwany

» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
Tue Apr 20, 2010 12:57 am by Achmad Firwany

» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
Mon Apr 19, 2010 5:35 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
Mon Apr 19, 2010 11:25 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
Mon Apr 19, 2010 9:36 am by Achmad Firwany

» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
Mon Apr 12, 2010 5:18 am by Admin

» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
Fri Apr 09, 2010 7:34 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
Fri Apr 09, 2010 6:15 am by Admin

» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
Fri Apr 09, 2010 4:06 am by Admin

» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
Fri Apr 09, 2010 3:54 am by Admin

» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
Fri Apr 09, 2010 3:49 am by Admin

» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
Fri Apr 09, 2010 3:23 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Video
Fri Apr 09, 2010 3:10 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Audio
Fri Apr 09, 2010 2:59 am by Admin

» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
Fri Apr 09, 2010 2:32 am by Admin

» TEST: Membuat Tabulasi
Thu Apr 08, 2010 7:06 pm by Admin

» TEST: Membuat Daftar
Thu Apr 08, 2010 7:02 pm by Admin

» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
Thu Apr 08, 2010 7:00 pm by Admin

» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
Thu Apr 08, 2010 6:49 pm by Admin

» FORUM: Tata Tertib
Thu Apr 08, 2010 6:46 pm by Admin

» FORUM: Etika
Thu Apr 08, 2010 6:42 pm by Admin

» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
Thu Apr 08, 2010 6:35 pm by Admin

» FORUM: Selamat Datang
Thu Apr 08, 2010 6:15 pm by Admin

» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
Thu Apr 08, 2010 6:11 pm by Admin

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
Mon Feb 22, 2010 8:48 am by Admin

» WTA: Image To Seg-Y
Tue Feb 09, 2010 8:00 pm by hendraparley

Yahoo! Group Mailing List
Fisika Indonesia

User Yang Sedang Online

Total 4 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 4 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 187 pada Sat Nov 10, 2012 10:45 am

Statistics

Total 260 kiriman artikel dari user in 93 subjects

Total 39 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah embun.pagi.718

FISIKA-NET

Internet Banking


[ click to toggle ]

    LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Share

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Wed Apr 14, 2010 2:47 pm


    KEKUATAN SEBUAH TEORI

    DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945


    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany


    BAGIAN PERTAMA


    Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Albert Einstein, Amerika Serikat tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Khusus Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS yang membumihanguskan dua kota inti di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 dan 9 Agustus 1945, sehingga Jepang bertekuklutut terhadap Sekutu, dan Indonesia Merdeka.


    DETIK-DETIK PEMBOMAN HIROSHIMA 9 AGUSTUS 1945






      Sains tanpa agama adalah pincang, dan agama tanpa sains adalah buta.

      Science without religion is lame, and religion without science is blind.


      ALBERT EINSTEIN (1879–1955)
      fisikawan dan kosmologiwan



    ALBERT EINSTEIN DAN KEMERDEKAAN INDONESIA

      Prof. Dr. Albert Einstein (14-03-1879 — 18-05-1955), ahli fisika keturunan Yahudi, kelahiran Ulm, Jerman Selatan. Ketika kaum Nazi berkuasa, pada 1930 ia memilih untuk memenuhi undangan untuk menjadi dosen di Princeton, Amerika Serikat, ketimbang bekerja untuk Hitler.

      Albert Einstein adalah pencetus Teori Relativitas | Kenisbian (the Theory of Relativity), yang telah mengubah dunia klasik ke modern. Teori Relativitas Khusus (the Special Theory of Relativity, 1905) yang sangat terkenal dengan formula E=m.c^2 (Energy = Mass of Matter x power of two of constant velocity of light in vacuo), dan Teori Relativitas Umum (the General Theory of Relativity, 1917) tentang interaksi semesta.

      Ketika pecah Perang Dunia II, pada 2 Agustus 1939, ia menulis surat kepada presiden AS ke32 yang terpilih 3X waktu itu (1933-1945), Franklin Delano Roosevelt (1882-1945), menyatakan kekhawatirannya bahwa Hitler kemungkinan besar akan merealisasi Teori Relativitas temuannya, untuk mengembangkan senjata nuklir, memenangkan perang dan menguasai dunia.

      Presiden Roosevelt mengantipisasi kemungkinan ini dan memutuskan untuk melakukan pengembangan tenaga nuklir untuk persejataan perang. Pada 1942, jenderal Leslie R. Groves ditugaskan untuk bertanggungjawab atas proyek senjata nuklir yang disebut 'Manhattan Project', pada lokasi yang sekarang terkenal sebagai 'Manhattan District of the Army Corps of Scientists and Engineers.

      Proyek ini membuahkan sejenis bom baru, yaitu bom fisi-fusi (fission-fusion), dimana satu bom nuklir (nuclear bomb) ditempatkan dalam satu bom atomik (atomic bomb), karena bom nuklir hanya bisa diledakan melalui panas ledakan bom atomik. Perlu diketahui bahwa energi fusi ledakan bom nuklir bisa ribuan hingga jutaan kali lebih dahsyat daripada energi fisi ledakan bom atomik.

      Konsep dasar cara energi dihasilkan, membedakan bom nuklir dan bom atomik. Bom nuklir adalah bom fusi nuklir panas (thermal fussion), dimana energi dihasilkannya diperoleh dari pengubahan masa materi sebagai akibat dari penggabungan paksa inti atom pada tekanan dan suhu panas ekstrim tinggi yang terjadi ketika berlangsung ledakan bom atomik. Sedangkan bom atomik adalah bom fisi, dimana energi panas dihasilkannya diperoleh dari pengubahan masa materi sebagai akibat dari pemisahan inti atom pada tekanan tinggi yang dihasilkan dari denotator yang meledak pada benturan keras pada kecepatan tinggi yang terjadi ketika bom atomik diluncurkan dan menabrak sasaran.

      Pada jam 15:30 AM, 16 Juli 1945, dilakukan uji-coba pertama bom nuklir pertama di pangkalan udara Alamogardo, New Mex, yang dikenal sebagai 'Trinity Explosion'. Dengan suksesnya proyek ini, AS mengambil keputusan untuk segera menggunakannya dalam Perang Dunia II. Pada akhrir Juli, berhasil dibuat dua buah bom nuklir-atomik berkekuatan 20 KiloTon yang setara dengan kekuatan 20.000 ton TNT [ TriNitroToluene: C6H2(CH3)(NO2)3 ]. 1 ton TNT setara 1 milyar (1.000.000.000) kalori energi.

      Pada jam 15:30 AM, 16 Juli 1945, dilakukan uji-coba pertama bom nuklir pertama di pangkalan udara Alamogardo, New Mex, yang dikenal sebagai 'Trinity Explosion'. Dengan suksesnya proyek ini, AS mengambil keputusan untuk segera menggunakannya dalam Perang Dunia II. Pada akhir Juli, berhasil dibuat dua buah bom nuklir-atomik berkekuatan 20 KiloTon yang setara dengan kekuatan 20.000 ton TNT [ TriNitroToluene: C6H2(CH3)(NO2)3 ]. 1 ton TNT setara 1 milyar (1.000.000.000) kalori energi.

      Pada 6 dan 9 Agustus 1945, dua bom nuklir-atomik ini dijatuhkan pesawat bomber AS, masing-masing di Hiroshima dan Nagasaki, dan membumihanguskan seluruh pertahanan Jepang, yang membuat Jepang terpaksa bertekuk lutut pada Sekutu. Invasi Jepang di Indonesia pun lumpuh. Perang Dunia Berakhir pada 14 Agustus 1945, demikian juga penjajahan Jepang di Indonesia. Dan Indonesia pun memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.


      PEMBOMAN HIROSHIMA DAN NAGASAKI 9 AGUSTUS 1945





      Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Einstein, Amerika tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS.

      Einstein secara bathin terpukul keras, ia salah memprediksi keberhasilan Jerman, karena Jerman menyerah pada Mei 1945, sebelum Jerman atau pun Sekutu berhasil membuat bom nuklir. Sementara itu presiden Roosevelt telah meninggal karena depresi berat sebulan sebelumnya, dan digantikan oleh presiden Harry S. Truman, yang bersikeras tetap memerintahkan pemboman nuklir di Jepang.

      Einstein sangat berduka atas realisasi teorinya yang telah digunakan AS untuk peperangan, karena ia sangat menyintai perdamaian dan kemanusiaan. Ia adalah pendukung gerakan humatarian yang dilakukan Zionisme pada masa itu. Bertahuntahun ia telah memupuk teorinya, tapi bertahuntahun pula ia menyesali dirinya menjelang akhir hidupnya. Pada 1952, Einstein menolak keras ketika ia dicalonkan untuk jadi presiden Israel atas undangan David Ben-Gurion, untuk menggantikan Dr. Chaim Weizmann. Sepuluh tahun kemudian setelah peristiwa Hiroshima - Nagasaki, ia meninggal di Princeton, AS, dengan duka sangat teramat dalam yang meyalib jiwanya.

      Kita sebagai bangsa Indonesia, dalam rangka memperingati kemerdekaan, patut mengenang jasa Einstein, karena ia punya andil dalam merdekanya Republik ini, terlepas dari dia seorang Zionis Yahudi atau bukan!






    BERSAMBUNG KE BAGIAN DUA . . .
    ________________________________________________________

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Wed Apr 14, 2010 3:38 pm


    KEKUATAN SEBUAH TEORI

    DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945


    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany


    BAGIAN DUA



    MEMAHAMI TEORI RELATIVITAS

    Penjelasan ilmiah populer sederhana teori relativitas adalah sebagai berikut:

      Alam fisik, jagatraya atau semesta (universe) dan seluruh isinya memiliki besaran dan ukuran matematik dan fisik, dimana relasi dan interaksi antara segala sesuatu terkandung didalamnya bisa dinyatakan secara matematik dan fisik, dalam bentuk khusus|spesifik atau pun umum|generik.

      Demikian juga teori relativitas terbagi dua atas: teori relativitas khusus (special theory of relativity) (1905–1907) untuk rangkum terbatas dan teori relativitas umum (general theory of relativity) (1916–1918) untuk rangkum universal.

      Dimensi ruang: panjang, luas, dan isi dan dimensi waktu adalah besaran-besaran fisik yang relativ|nisbi, bisa memelar dan mengerut seperti karet, tergantung pada kerangka–acuan mana (reference–frame) mana ia diukur, dan perubahannya dalam teori relativitas dapat diukur menggunakan formula matematis dilasi ruang dan dilasi waktu: Fizgerard–Lorentz space–time dilation | dilatation.

      Waktu yang dialami seseorang yang tinggal di Bumi dan yang bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya di angkasa adalah berbeda, dimana seribu tahun di Bumi bisa setara sehari di angkasa. Sedemikian sehingga seandainya kita hari ini berangkat ke angkasa dengan pesawat antariksa secepat kilat, ketika kemudian besok kita kembali, ternyata manusia di Bumi telah mengalami perubahan generasi beberapa millenium.

      Penggabungan tiga koordinat dimensi ruang (panjang, lebar, tinggi | dalam) dan satu koordinat dimensi waktu, membentuk satu kesinambungan ruang–waktu empat-dimensi (four-dimensional space–time continuum), dimana bisa dilakukan transformasi koordinat secara matematik dan fisik (space–time coordinates transformation), yang memungkinkan kita berpindah dari satu ruang–waktu ke ruang–waktu lain secara utuh.

      Jika kita bisa bergerak kekiri–kekanan, atau naik–turun, atau maju–mundur dalam satu dimensi ruang, ada kemungkinan kita juga bisa maju-mundur dalam satu dimensi waktu. Secara teoritis ideal kita bisa pergi ke masa telah lampau atau ke masa akan datang (negative–positive motion in time).

      Konsep bergerak maju–mundur dalam waktu ini mengilhami kemungkinan dibuatnya mesin-waktu (time-machine) untuk melakukan petualangan antar-waktu, dan H.G. Wells dengan kisah fiksi "The Time Machine".

      Problemnya, secara alami, kita manusia adalah pejalan-ruang (space-traveler) yang bisa bebas bergerak dalam ruang, tapi hanya bisa maju dalam waktu; bukan pejalan-waktu (time-traveler) yang bisa bebas bergerak dalam waktu, sementara maju dalam ruang.

      Namun ada satu peluang, bahwa kita hidup dalam semesta yang mungkin memiliki karakteristik dimensi seperti Bumi, yaitu terhingga tapi tak-terbatas (finite but unbounded), dimana kita bisa pergi hanya sebatas bulatan (globe) tapi bisa pergi kemana saja pada permukaannya tanpa halangan fisik karena bentuknya yang bundar (globular, spherical).

      Di alam nyata, kita tak pernah berada pada 'tempat dan waktu sama', karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, karena jagataraya kita memuai (expansion of the universe).

      Pemuaian semesta ini secara fisik dapat dideteksi dari rekaman pergeseran merah (red shift) efek Dopler dari spektrum cahaya benda-benda angkasa seperti galaksi | gugus-bintang, bintang, dan lainnya.

      Namun, tiap ruang-waktu yang telah kita lalui, akan tetap menyimpan rekaman kejadian, data dan informasi, kronologi dan sejarah, tentang apa saja yang telah terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Barangkali ini satu cara Alláh merekam tentang apa saja yang telah kita kerjakan atau perbuat.

      Karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, di alam nyata, kita tak pernah berada pada 'tempat dan waktu sama‘.

      Jadi kalau ada pembawa acara, MC, protokol, penyiar radio atau televisi yang mengatakan: "sampai berjumpa kembali pada tempat dan waktu yang sama" adalah satu kekeliruan dan kebohongan besar!




    PHOTON DAN TACHYOON | BARQUN

      Kecepatan cahaya dalam ruang hampa, relativ konstan, tetap atau tak berubah, dan secara dasar, tanpa pengaruh luar, adalah seragam (uniform) dimana pun di jagatraya [Michelson-Moreley experiment], dan secara asumsiv adalah kecepatan maksimum dapat dicapai dalam bentuk materi dapat dideteksi dalam rangkum validasi Teori Relativitas.

      Tapi tidak berarti bahwa tak ada materi yang bergerak lebih cepat dari 'photon' (foton, foto, cahaya), karena kemudian dikenal sejenis partikel hipotetis yang disebut 'tachyoon' (barqun, buraqun, kilat), yang eksistensi hanya bisa dideteksi diatas kecepatan cahaya, tapi justeru lenyap dibawah kecepatan cahaya [Gerald Feinberg's theory of tachyoon — complementary theory of Einstein’s relativity].

      Konsep ini mengilhami, didalam film fiksi ilmu, dibuatnya kapal antariksa antar-galaktik dengan kecepatan jutaan kali kecepatan cahaya, seperti 'the US StarShip' dalam 'StarTrek', dan lainnya.




    TEORI MEDAN TERPADU

      Di alam nyata, ternyata garis lurus (straight line) dan bidang datar (flat plane) hanyalah bentuk pecahan kecil sekali (discrete finitesimal), karena dalam kenyataannya yang ada adalah garis lengkung (curved line) dan bidang lengkung (curved plane), karena adanya kelengkungan ruang (curvature of space) sebagai dampak keberadaan interaksi gravitasi atau gaya tarik-tolak alami materi netral.

      Di alam, ada lima gaya interaksi universal (tarik–tolak semesta) yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yang mengendalikan seluruh aktivitas dan dinamika jagatraya. Semuanya adalah satu hal sama dalam wujud berbeda, yang efeknyanya berlaku tergantung ukuran skala jarak.

      Masing-masing, berurutan dari skala besar | jarak jauh ke skala kecil | jarak dekat, yaitu: berat (gravitasional interaction), listrik–magnit (electromagnetic interaction), lemah atomik (atomic weak interaction) dan kuat nuklir (nuclear strong interaction). Lima interaksi ini identik, alias serupa tapi tak sama, tapi 'they have something in common'.

      Relasi lima interaksi ini secara matematik dan fisik dirangkum dalam teori medan terpadu (unified field theory) dan teori terpadu agung (grand unifield theory).



    BERSAMBUNG KE BAGIAN TIGA . . .
    ________________________________________________________

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Wed Apr 14, 2010 3:42 pm


    KEKUATAN SEBUAH TEORI

    DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945


    (C) 2006—2010 — Achmad firwany


    BAGIAN TIGA



    KESIMPULAN TEORI KHUSUS RELATIVITAS



      KECEPATAN MUTLAK ABSOLUT CAHAYA DI ANGKASA HAMPA
      c = constant


      c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa, 2,997.925 x 10^8 m/s.


      DILATASI DIMENSI RUANG—WAKTU
      R = [ 1 – v^2/c^2 ]^½


      R, faktor relativistik.
      v, velositas | kecepatan gerak materi, dalam m/s.


      DUALITAS EKSISTENSI ENERGI—MATERI
      E = m . c^2


      E, kuantitas energi dalam Joule atau kg.m^2/s^2.
      m, masa materi dalam kg.



      Kecepatan cahaya dalam ruang hampa di seluruh semesta adalah mutlak dan seragam (absolute and uniform) dan adalah kecepatan fisik maksimum bisa dicapai.

      Suatu materi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya akan mengalami pengerutan ruang (space contraction) dan penguluran waktu (time dilation) dan juga pemuaian masa (mass expansion).

      Energi dan materi adalah satu hal sama dalam wujud berbeda. Dalam satu sistem tertutup, energi dan materi adalah konservativ, tak dapat diciptakan atau dimusnahkan Jika suatu kuantitas materi lenyap maka sebagai gantinya akan muncul energi dengan kuantitas setara, dan sebaliknya, sehingga annihilisasi materi setara materialisasi energi. Cahaya adalah dualitas energi–materi, memiliki dua-sifat, berlaku sebagai gelombang energi dan juga sebagai partikel materi: photon.



    RENUNGAN

      Pikiran manusia tak mampu merengkuh sang semesta. Kita seperti seorang anak kecil yang sedang memasuki satu perpustakaan raksasa. Dindingnya diliputi hingga ke langit-langit dengan buku-buku dalam banyak logat-logat berbeda. Si anak tahu bahwa seseorang tentu telah menulis buku-buku ini. Tapi tak diketahui siapa dan bagaimana. Tak dimengerti bahasa-bahasa dalam mana mereka ditulis. Tapi si anak mencatat suatu rencana teratur dalam susunan buku-buku itu, suatu tatanan rahasia yang tak dipahami, tapi hanya diduga secara dangkal.


      ALBERT EINSTEIN (1879-1955)
      fisikawan dan kosmologiwan


    ________________________________________________________

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Wed Apr 14, 2010 3:44 pm




    PERLU DIGARISBAWAHI BAHWA ...


    Di alam nyata, kita tak pernah berada pada 'tempat dan waktu sama', karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, karena jagataraya kita memuai (expansion of the universe).

    Pemuaian semesta ini secara fisik dapat dideteksi dari rekaman pergeseran merah (red shift) efek Dopler dari spektrum cahaya benda-benda angkasa seperti galaksi | gugus-bintang, bintang, dan lainnya.

    Namun, tiap ruang-waktu yang telah kita lalui, akan tetap menyimpan rekaman kejadian, data dan informasi, kronologi dan sejarah, tentang apa saja yang telah terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Barangkali ini satu cara Alláh merekam tentang apa saja yang telah kita kerjakan atau perbuat.





    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Wed Apr 14, 2010 3:54 pm




    BERGERAK DENGAN KELAJUAN DIATAS 1.000 KM/JAM

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany



    Anda tentu pernah mendengar seorang penyiar atau pembawa acara mengatakan: "Sampai berjumpa kembali pada tempat dan waktu yang sama ...". Tapi Apakah anda pernah berpikir dan menyadari bahwa kita seumur hidup tiap detik tak pernah berada pd tempat dan waktu yg sama. Tiap saat kita senantiasa berpindah dalam ruang dan waktu, dan selamanya sampai akhir hayat kita tak akan pernah kembali lagi ke tempat dan waktu sebelumnya.

    Sbgmn halnya waktu yg terus bergerak maju tak pernah mundur, demikian pula ruang terus bergerak maju. Semesta atau jagatraya dimana kita berada terus bergerak dan memuai menuju ruang dan waktu tak terhingga.

    Bumi dimana kita berpijak, tiap saat berputar pd porosnya antara dua kutub dgn kecepatan rerata ± 1.700 km/jam pd ekuator dgn arah perputaran dr barat ke timur, shg krnnya terjadi pertukaran malam dan siang, dimana Matahari tampak terbit di timur dan terbenam di barat. Jika anda bergerak dr barat ke timur dgn kendaraan dgn kecepatan 100 km/jam relativ thdp Bumi, maka sebenarnya anda sedang bergerak dgn kecepatan 1.700 + 100 = 1.800 km/jam relativ thdp angkasa sekitar Bumi.

    Sambil Bumi melakukan rotasi harian, berputar pd porosnya, Bumi juga bergerak melakukan revolusi tahunan, beredar pd orbitnya mengelilingi Matahari, dgn kecepatan rerata ± 107.000 km/jam, shg krnnya terjadi pergantian musim panas dan dingin silih berganti sepanjang tahun. Jika anda terus berkendaraan spt diatas, maka sebenarnya anda sedang bergerak dgn kecepatan 107.000 + 1.800 = 108.800 km/jam relativ thdp angkasa sekitar Matahari atau angkasa antar-planet (inter-planetary space) dlm tata surya kita.

    Sementara itu, Matahari juga bergerak melakukan revolusi dlm siklus 200 tahunan, beredar pd orbitnya mengelilingi pusat galaksi kita, Bima Sakti, Pending Dadih, atau Jalan Susu (Milky Way), dgn kecepatan rerata ± 540.000 km/jam, dan Bumi beserta planet lainnya dlm tata surya ikut terbawa dengannya. Dgn demikian, kecepatan kendaraan anda sebenarnya adalah 540.000 + 108.800 = 648.800 km/jam relativ thdp angkasa antar-bintang (inter-stellar space).




    Msh terus berlanjut, krn ternyata Bima Sakti juga bergerak melakukan revolusi , beredar pd orbitnya mengelilingi pusat gugus galaksi kita, Kelompok Lokal (Local Group), dgn kecepatan lbh sejuta km/jam, relativ thdp angkasa antar-galaksi (inter-galactic space). Sedangkan sementara itu Kelompok Lokal juga bergerak mengedari pusat semesta dgn kecepatan jauh lbh cepat lagi. Dan Super Kelompok Galaksi bergerak saling menjauhi dr arah pusat semesta menuju ruang dan waktu tak terhingga dgn kecepatan makin lama makin cepat mendekati kecepatan cahaya dlm ruang hampa 1.079.253.000 km/jam alias lbh 1 milyar km/jam!!!


    `alladziy ja’ala lakumu `al-`ardha firaasyaan wa `als-samaa`a binaa`an.

    [Alláh]
    Dia-yang Dia-telah-menjadikan untukkalian sang-Bumi (the-Earth) sebagai-hamparan | bentangan | yang-dihamparkan | yang-dibentang [bundaran, sphere; berhingga dan tak-berbatas, finite and unbounded] dan sang-langit (the-heaven) sebagai-binaan | bangunan | yang-dibina | yang-dikembangkan [yang-dimuaikan, yang-diluaskan, one-be-expanded, one-be-extended]. [ Q 2:22 ]
    ...


    ________________________________________________________

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Wed Apr 14, 2010 4:14 pm




    SEBERAPAKAH KECEPATAN ANDA SILAHKAN BANDINGKAN!




    • Kendaraan bermotor manusia, rerata hanya 100 km/jam
    • perputaran Bulan pd porosnya: ± 16,666 km/jam = ± 16,7 km.jam → msh lbh cepat ranmor
    • perputaran Bumi pd porosnya: ± 1.674,429 km/jam = ± 1,7 ribu km/jam → 10 x lbh cepat drpd ranmor
    • peredaran Bulan pd lintasannya: ± 3.677,456 km/jam = ± 3,7 ribu km/jam → 30 x lbh cepat drpd ranmor
    • peredaran Bumi pd lintasannya: ± 107.218,253 km/jam = ± 107 ribu km/jam → 1.000 x lbh cepat drpd ranmor
    • peredaran Matahari pd lintasannya: ± 540.000 km/jam = ± 540 ribu km/jam → 5.000 x lbh cepat drpd ranmor
    • penerbangan malá`ikat > photon : ± 1,080 milyar km/jam
    • perintah Alláh > barqun | tachyon : ± 2,160 triliun km/jam
    ...



    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Achmad Firwany on Thu Apr 22, 2010 10:18 am

    BOM HIDROGEN DENGAN KEKUATAN LEDAK YANG DAHSYAT

    Asmi Susanto (SMA Negeri 7 Sarolangun)




    Bom didefinisikan sebagai alat peledak yang digunakan untuk menghancurkan target. Biasanya digunakan dalam perang maupun aksi – aksi terorisme. Pada perang dunia ke II kota Hirosima dan Nagasaki dihancurkan dengan menggunakan bom atom oleh Amerika Serikat. Ini mengakibatkan pada masa itu pemerintahan jepang seolah tidak berdaya dan harus menyerah. Ledakan bom atom yg dijatuhkan dikota Hirosima dan Nagasaki mempunyai kekuatan menghancurkan yang mengagumkan. Picture.1 adalah gambar dari ledakan bom atom yang jatuh di kota nagasaki, ia membentuk awan jamur yang membumbung hingga mencapai ketinggian 18 km. Tahukah anda, ada lagi bom yang lebih dahsyat ledakannya dari pada bom atom. Bom itu adalah Bom Hidrogen

    Bom hidrogen merupakan bom yang mempunyai tenaga dari reaksi fusi inti – inti atom hidrogen berat yang disebut deutron. Bom ini mampu meledak ratusan kali lebih dahsyat dari bom atom karena didahului oleh reaksi fisi (Pembelahan) yang merangsang terjadinya reaksi fusi (penggabungan atom – atom hidrogen). Penggabungan atom-atom Hidrogen ini melepaskan energi yang besar sekali melebihi ledakan dinamit sebanyak ± 50,000,000 unit atau setara dengan ± 500 bom atom. Daya ledaknya diukur dalam megaton (juta ton) TNT. Ledakan bom ini akan menghasilkan bola api dengan garis tengah beberapa kilometer disertai timbulnya awan cendawan yang tinggi sekali.

    Supaya bisa terjadi reaksi fusi maka inti atom ini harus berada pada suhu yang sangat tinggi dengan berorde jutaan derjat celcius. Reaksi fusi terjadi pada matahari yang merupakan sumber energi di bumi. Maka pada bom hidrogen ini dipasang bom atom untuk mengawali ledakan sehingga menimbulkan suhu yang sangat tinggi, sebab hanya ledakan fisi U-235 atau fisi Pu-239 yang dapat mencapai suhu setinggi ini. Jika suhu itu sudah sangat tinggi rekasi fusi akan bisa terjadi. Maka dapat disimpulkan pada bom Hidrogen terdapat 2 bom nuklir, yaitu bom atom terjadi melalui reaksi fisi dilanjutkan ledakan besar akibat dari reaksi fusi. Hasil dari reaksi ini berupa gas He dan dalam reaksi di lepaskan neutron cepat.

    Apakah anda tahu bahwa cuma ada 6 negara yang bisa melakukan Reaksi Fusi ini yaitu : Amerika, Uni Soviet (sekarang Rusia), Inggris, Perancis, cina dan India. Amerika Serikat adalah negara yang pernah menggunakan senjata nuklir untuk menyerang negara lain, yaitu pada peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Uji coba senjata nuklir pertama kali di trinity pada tahun 1945, Pemerintahan Amerika Serikat melalui presidennya Harry S Truman pada tanggal 31 januari 1950 mengeluarkan pernyataan tentang dukungan pemerintah Amerika Serikat dalam pengembangan bom hidrogen. Di pulau Karang Elugelab kepulauan Pacific Marshall, Amerika Serikat meledakkan 'Ivy Mike' pada tahun 1952, ini adalah bom hidrogen yang pertama di dunia dan meledakkan bom hidrogen “Castale Bravo” pada tahun 1954. Uni Soviet (sekarang Rusia) juga pernah meledakkan bom hidrogen ("Joe-4") pada 1953 dan bom Hidrogen Megaton pada 1955 ("RDS-37"). Inggris menguji bom hidrogen pada tahun 1957, Ia bekerjasama dengan Amerika Serikat melakukan uji senjata nuklir("Hurricane") pada tahun 1952. Prancis melakukan tes meledakkan bom hidrogen pada tahun 1968. China menguji bom hidrogen yang pertamanya pada tahun 1967. India melalui pemerintahannya menyatakan negaranya telah menguji bom hidrogen namun banyak negara yang meragukan pernyataan ini. Kemudian tahun 2005, Amerika Serikat mendeklarasikan India sebagai negara nuklir yang bertanggung jawab.

    Jika Bom Hidrogen kita bandingkan dengan Bom Atom, dimana bom atom pernah diledakkan di kota Hirosima dan Nagasaki. Bom atom diledakkan bisa menghancurkan kota Hirosima dan Nagasaki, Bisa kita bayangkan jika meledakkan bom Hidrogen disuatu tempat pasti efek ledakkannya akan jauh lebih besar dari bom atom. Dan luas daerah yang terkena imbas akibat ledakan bom hidrogen akan jauh lebih luas dibandingkan akibat ledakan bom atom. Sekarang ini, selain dari bom atom dan bom Hidrogen, ada bom yang baru dikenal bernama bom kobalt. Bom ini di buat dengan menyelubungi bom hidrogen dengan wadah yang terbuat dari kobalt biasa yang tebal.

    Mari kita renangkan bila antar negara saling bertempur dan meledakkan bom – bom dahsyat, apa yang bakal terjadi dengan kita, Bumi serta isinya. Amat sulit untuk kita bayangkan keadaan ini jika benar – benar terjadi. Untuk itu, mungkinkah muncul nota kesepahaman bahwa senjata nuklir tidak perlu lagi digunakan di waktu mendatang. Dan yang perlu dipertanyakan sudah siapkah Indonesia dalam menghadapi segala kemungkinan dan peluang yang akan terjadi baik ancaman keamanan dari eksternal maupun internal serta menjaga keutuhan NKRI, karena tak ada seorang pun yang tahu apa yang bakal terjadi kedepannya.



    Sumber gambar : http://faithscience.wordpress.com dan http://hikmatun.files.wordpress.com

    http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1271807304

    Sponsored content

    Re: LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945

    Post by Sponsored content Today at 3:53 pm


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 3:53 pm