KAMI MENGUNDANG PARA FISIKAWAN DAN PEMERHATI FISIKA UNTUK BERGABUNG DALAM FORUM KOMUNIKASI INI

Login

Lupa password?

Real Time Clock


JADWAL SHOLAT
HARI INI
SELURUH WILAYAH INDONESIA





ARAHKAN POINTER KE JAM
UNTUK MELIHAT TANGGAL

July 2014

MonTueWedThuFriSatSun
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Calendar Calendar

Navigasi


E-MAIL FISIKA
daftar dan periksa disini !!
provided and suppoted by :
powered by :


 Beranda
 Blog
 Portal
 Forum

 Group Mailing List FI :
 Fisika Indonesia

 Situs HFI :
 Himpunan Fisika Indonesia

 Fisika Net Indonesia

 Kalender
 Lacak
 Galeri
 FAQ
 Group
 Anggota
 Profil
 Pesan Pribadi

 Panduan Warna

 Kotak Surat :
 Physics
 Google
 Yahoo!
 Live
 MSN
 HotMail
 AOL



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]


Latest topics

» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
Mon Apr 15, 2013 12:48 am by trfrm

» FORUM: Administrator: Salam Kenal
Fri Mar 29, 2013 11:29 pm by kresnadjaja

» INTRO: TESQSCAPE
Fri Mar 29, 2013 11:26 pm by kresnadjaja

» Kelompok Keahlian Fisika Sains
Fri Aug 17, 2012 11:02 am by kresnadjaja

» INFOTEK: Pesawat Mampu Terbang Non-Stop
Sat Oct 01, 2011 4:24 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
Sat Oct 01, 2011 4:20 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
Sat Oct 01, 2011 4:15 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
Sat Oct 01, 2011 4:11 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:56 pm by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
Tue Jan 11, 2011 2:48 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:42 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
Tue Jan 11, 2011 2:36 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:30 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
Tue Jan 11, 2011 2:28 pm by Achmad Firwany

» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Mon Jan 10, 2011 12:37 pm by Achmad Firwany

» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
Mon Jan 10, 2011 11:17 am by Achmad Firwany

» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
Mon Jan 10, 2011 11:10 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
Mon Jan 10, 2011 10:53 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
Mon Jan 10, 2011 10:51 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
Tue Dec 28, 2010 10:39 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
Fri Aug 27, 2010 1:49 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
Fri Aug 27, 2010 1:33 am by Achmad Firwany

» WEBINFO: E-mail Fisika
Sun Aug 22, 2010 5:40 pm by TESQSCAPE

» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
Sun Jul 18, 2010 12:13 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
Tue Jun 15, 2010 6:35 pm by Admin

» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
Tue Jun 15, 2010 6:21 pm by Admin

» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
Tue Jun 15, 2010 6:13 pm by Admin

» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
Sun Jun 13, 2010 12:06 pm by Achmad Firwany

» MATERIAL: Kristal Cair
Sat May 01, 2010 9:34 am by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
Sat May 01, 2010 9:23 am by Achmad Firwany

» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
Sat May 01, 2010 8:31 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
Sat May 01, 2010 8:14 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
Sat May 01, 2010 7:28 am by Admin

» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
Wed Apr 28, 2010 3:59 am by Admin

» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
Wed Apr 28, 2010 3:49 am by Admin

» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
Wed Apr 28, 2010 3:45 am by Admin

» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
Fri Apr 23, 2010 6:04 pm by Achmad Firwany

» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
Fri Apr 23, 2010 5:19 pm by Achmad Firwany

» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
Thu Apr 22, 2010 10:31 am by Achmad Firwany

» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
Thu Apr 22, 2010 10:23 am by Achmad Firwany

» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
Thu Apr 22, 2010 10:18 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
Thu Apr 22, 2010 10:01 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
Tue Apr 20, 2010 6:03 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
Tue Apr 20, 2010 5:30 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
Tue Apr 20, 2010 4:54 pm by Achmad Firwany

» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
Tue Apr 20, 2010 9:12 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
Tue Apr 20, 2010 8:44 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
Tue Apr 20, 2010 8:13 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
Tue Apr 20, 2010 8:00 am by Achmad Firwany

» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
Tue Apr 20, 2010 7:48 am by Achmad Firwany

» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 7:37 am by Admin

» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 6:49 am by Admin

» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
Tue Apr 20, 2010 5:30 am by Achmad Firwany

» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
Tue Apr 20, 2010 3:49 am by Achmad Firwany

» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Tue Apr 20, 2010 3:01 am by Achmad Firwany

» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
Tue Apr 20, 2010 2:52 am by Achmad Firwany

» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
Tue Apr 20, 2010 2:24 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
Tue Apr 20, 2010 2:20 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
Tue Apr 20, 2010 2:18 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
Tue Apr 20, 2010 2:15 am by Achmad Firwany

» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
Tue Apr 20, 2010 2:08 am by Achmad Firwany

» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
Tue Apr 20, 2010 1:35 am by Achmad Firwany

» LENSA: Nomor Anda Berapa?
Tue Apr 20, 2010 1:18 am by Achmad Firwany

» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
Tue Apr 20, 2010 12:57 am by Achmad Firwany

» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
Mon Apr 19, 2010 5:35 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
Mon Apr 19, 2010 11:25 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
Mon Apr 19, 2010 9:36 am by Achmad Firwany

» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
Mon Apr 12, 2010 5:18 am by Admin

» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
Fri Apr 09, 2010 7:34 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
Fri Apr 09, 2010 6:15 am by Admin

» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
Fri Apr 09, 2010 4:06 am by Admin

» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
Fri Apr 09, 2010 3:54 am by Admin

» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
Fri Apr 09, 2010 3:49 am by Admin

» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
Fri Apr 09, 2010 3:23 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Video
Fri Apr 09, 2010 3:10 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Audio
Fri Apr 09, 2010 2:59 am by Admin

» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
Fri Apr 09, 2010 2:32 am by Admin

» TEST: Membuat Tabulasi
Thu Apr 08, 2010 7:06 pm by Admin

» TEST: Membuat Daftar
Thu Apr 08, 2010 7:02 pm by Admin

» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
Thu Apr 08, 2010 7:00 pm by Admin

» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
Thu Apr 08, 2010 6:49 pm by Admin

» FORUM: Tata Tertib
Thu Apr 08, 2010 6:46 pm by Admin

» FORUM: Etika
Thu Apr 08, 2010 6:42 pm by Admin

» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
Thu Apr 08, 2010 6:35 pm by Admin

» FORUM: Selamat Datang
Thu Apr 08, 2010 6:15 pm by Admin

» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
Thu Apr 08, 2010 6:11 pm by Admin

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
Mon Feb 22, 2010 8:48 am by Admin

» WTA: Image To Seg-Y
Tue Feb 09, 2010 8:00 pm by hendraparley

Yahoo! Group Mailing List
Fisika Indonesia

User Yang Sedang Online

Total 21 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 21 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 187 pada Sat Nov 10, 2012 10:45 am

Statistics

Total 260 kiriman artikel dari user in 93 subjects

Total 38 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah Firman Akbar

FISIKA-NET

Internet Banking


[ click to toggle ]

    PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Share

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:43 am

    WARNA CAHAYA

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    CAHAYA NYATA DAN CAHAYA MAYA

    Seberkas cahaya putih bilamana dibiaskan melalui sebuah prisma bening akan terurai atas 7 komponen spektral warna bianglala atau pelangi (rainbow): merah, jingga, kuning, hijau, nila, biru, dan lembayung.

    Merah, hijau, biru adalah warna dasar cahaya. Jika merah kita campur dengan biru, maka akan muncul warna lembayung. Jika biru kita campur dengan hijau, maka akan muncul nila (indigo). Percampuran dua atau lebih warna akan menghasilkan ribuan warna baru, yang merupakan warna-antara (hue) .

    Jika hitam dicampur dengan putih, maka muncul kelabu, yang gelap-terangnya tergantung dari persentasi hitam dan putih. Jika masing-masing warna kita campur dengan hitam dan atau putih, maka kita dapatkan lagi jutaan aneka warna yang berbeda dalam kecerahan (brightness) gelap-terang dan kemurnian (purity) warna aslinya.


    TUJUH WARNA SPEKTRAL CAHAYA | SEVEN SPECTRAL COLORS OF LIGHT

    PENGURAIAN CAHAYA PUTIH OLEH PRISMA BENING KE CAHAYA WARNA

    PENGURAIAN CAHAYA PUTIH OLEH
    NO.

    NAMA WARNA
    PRISMA BENING KE CAHAYA WARNAINDONESIAINGGRISARAB
    7. lembayungvioletbanafajiy
    6. nilaindigoniyl
    5. birublue`azraq
    4. hijaugreen`akhhar
    3. kuningyellow`ashfar
    2. jinggaorange`asyqar
    1. merahred`ahmar


    Tujuh warna spektral cahaya putih efek dispersi prisma bening.


    Dalam udara, jika air mengalami penguapan, maka akan terbentuk uap air, asap, kabut, awan atau mega, dan sebaliknya jika awan mengalami pengembunan, maka akan terjadi butir-butir air, atau tetes-tetes air, yang jika ditembus oleh seberkas sinar cahaya, maka berkas sinar cahaya transparan tersebut akan dibiaskan oleh kebeningan air, dan cahaya yang dibiaskan akan diproyeksikan ke langit dan akan membentuk suatu busur-hujan (rainbow), pelangi atau bianglala yang terdiri dari tujuh komponen warna spektral.

    Jika tujuh cahaya warna ini dipersatukan kembali, maka akan diperoleh cahaya putih seperti semula. Artinya, cahaya putih terdiri dari segala warna.

    Tiga warna dasar cahaya adalah RGB (red, green, blue; merah, hijau, biru). Jika merah dipadukan dengan biru, maka dihasilkan V (violet, lembayung). Jika merah dipadukan dengan hijau, maka dihasilkan Y (yellow, kuning). Jika biru dipadukan dengan hijau, maka dihasilkan I (indigo, nila). Jika semua dipadukan bersama maka kembali jadi putih.

    Dalam konteks cahaya, putih berarti penuh cahaya (full of light) dan hitam berarti tiada cahaya (no light). Dari sini dihasilkan kebenderangan (brightness) dan kegelapan (darkness). Jadi dari tiga warna dasar dan persentasi pencahayaan, dapat dihasilkan warna tak terhingga banyaknya.




    Ban spektrum sinambung cahaya tampak.



    Tabel panjang gelombang dan frekuensi warna spektral cahaya tampak.
    Hasil kali panjang gelombang dan frekuensi, samadengan kecepatan cahaya.




    Diluar rangkum tujuh warna cahaya diatas, tak ada lagi yang bisa dilihat dengan mata biasa, dimana merah-infra (infra-red) atau cahaya-infra (infra-photic) dan lembayung-ultra (ultra-violet) atau cahaya-ultra (ultra-photic), menjadi batas terendah dan batas tertinggi penglihatan manusia (human limits of visibility).

    Semua radiasi diatas dan dibawah limit penglihatan manusia ini tak dapat kita lihat dengan mata biasa, namun dapat kita deteksi keberadaannya, dan diukur kualitas dan kuantitas radiasinya.


    Cahaya lembayung-ultra terdiri dari lembayung-ultra dekat (near ultra-violet) dengan rangkum panjang-gelombang antara 4,0 x 10 exp —7 s/d 10 exp —8 meter, dan lembayung-ultra jauh (far ultra-violet) dengan rangkum panjang-gelombang antara 10 exp —8 s/d 10 exp —9 meter.

    Diatas frekuensi cahaya lembayung-ultra adalah radiasi x atau sinar Roentgen, dengan rangkum panjang-gelombang antara 10 exp —9 s/d 10 exp —11 meter; terbagi atas radiasi x lunak, 10 exp —9 s/d 10 exp —10, dan radiasi x keras, 10 exp —10 s/d 10 exp —11; dimana radiasi x ini juga memiliki spektrum, tapi tak dapat dilihat mata.

    Diatasnya lagi adalah radiasi Gamma, merupakan radiasi peluruhan radioaktiv (radioactive decay) karena disintegrasi atomik atau fissi nuklir (atomic disintegration, nuclear fision), dengan panjang-gelombang antara 10 exp —11 s/d 10 exp —13 meter.

    Diatasnya lagi adalah radiasi kosmik berasal dari antariksa, terutama dari bintang kita, Matahari, mengadung elektron, proton, neutron, nucleon, deutron, neutrino, dan partikel atomik dan partikel nuklir lainnya, dengan panjang-gelombang lebih pendek daripada 10 exp —13 meter.


    Cahaya merah-infra, terdiri dari merah-infra dekat (near infra-red) dengan rangkum panjang-gelombang antara 7,4 x 10 exp—7 s/d 10 exp—5 meter, dan merah-infra jauh (far infra-red) dengan rangkum panjang-gelombang antara exp—5 s/d 10 exp—4 meter.

    Dibawah frekuensi cahaya merah-infra adalah radiasi gelombang-renik atau gelombang-mikro (microwave), dengan rangkum panjang gelombang antara 10 exp—4 m s/d 10 exp—1 m, dan rangkum frekuensi antara 1 GHz s/d 1 THz, , dengan aplikasi praktis antara 10 GHz s/d 100 GHz.

    Dibawahnya lagi adalah rangkum frekuensi gelombang radio (radio wave), yang terdiri dari VSW (very short wave) 1 s/d 10 m, SW (short wave) 10 s/d 100 m, MW (medium wave) 100 s/d 1.000 m [1 km], LW (long wave) 1.000 sd/ 10.000 m [1 s/d 10 km], VLW (very long wave) 10.000 s/d 100.000 m [10 s/d 100 km], dan rangkum frekuensi antara 1 kHz dan 1 GHz, dengan aplikasi praktis antara 10 kHz s/d 100 MHz.



    DUALITAS DAN KECEPATAN CAHAYA | DUALITY AND SPEED OF LIGHT

    Berdasarkan pada fisika dan kosmologi, cahaya, dalam arti cahaya fisik (physical light), adalah status kelima materi (fifth state of matter) [pertama, padatan (contoh: tanah); kedua, cairan (contoh: air); ketiga, gas (contoh: udara); dan keempat, plasma (api)], dimana status keenam dan ketujuh diatasnya hanyalah ketunggalan atau singularitas fisik (physical singularity) dan keberadaan atau eksistensi fisik (physical existence).

    Cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang cahaya, sinar, dan penglihatan (light, ray, and seeing) disebut: fotika, optika, dan skopika (photics, optics, and scopics). Cahaya adalah suatu gelombang elektromagnetik transversal yang merambat secara melintang, yakni gelombang radiasi atomik karena terkena pembakaran (burning), pemancaran atau radiasi (radiation), baik pelepasan (emission) maupun pemantulan (reflection). Cahaya tak memerlukan media rambat. Cahaya merambat dalam ruang hampa, namun dipengaruhi oleh gravitasi, berat benda karena bobot material.


    Cahaya fisik memiliki dua wujud, sebagai gelombang energi dan partikel materi tanpa bobot atau masa (mass), yang dinamakan foton (photon) atau partikel "gamma", bergerak dalam ruang-waktu hampa semesta fisik dengan kecepatan mendekati 300 juta meter per detik, tepatnya, lebih-kurang 299.792.500 m/dtk.

    Kecepatan cahaya sedikit menurun ketika melalui benda rapat karena ada hambatan, pembiasan atau pembelokan. Namun penurunannya sangat kecil dan hampir dapat diabaikan dibandingkan dengan kecepatannya dalam ruang hampa.

    Kecepatan cahaya ini pertama kali diukur secara eksperimental di Ceveland pada 1880an oleh dua fisikawan, Michelson [Albert Abraham Michelson (1852—1931), fisikawan Jerman—Amerika, penemu interferometer] dan Morley [Edward Morley]; dan sekaligus membuktikan bahwa tak ada fluida hipotetik yang dinamakan "aether" di angkasa.


    Karena cahaya bergerak dengan kecepatan tinggi, ia dapat digunakan sebagai pengukur jarak, dimana 1 detik cahaya = 299.792.500 meter = 299.792,5 km = 299,792.5 Mm, adalah jarak ditempuh cahaya dalam satu detik. Satu menit cahaya = 17.987.550 km = 17.987,550 Mm = 17,987.550 Gm. Satu jam cahaya = 1.079.253 Mm = 1.079,253 Gm = 1,079.253 Tm. Satu hari cahaya = 25.902.072 Mm = 25.902,072 Gm = 25,902.072 Tm. Setahum cahaya = 9.460.731.798 Mm = 9.460.731,798 Gm = 9.460,731.798 Tm = 9,460.731.798 kTm = 9,460.731.798 exp 15 m. [1 T (Tera) = 1.000 G (Giga) = 1.000.000 M (Mega) = 1.000.000.000 k (kilo)].



    Jarak cahaya antara Matahari, Bumi, dan Bulan


    Lama waktu dibutuhkan oleh cahaya Bulan untuk sampai ke Bumi, rata-rata adalah 1,282 detik cahaya. Berarti jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah 384.201 km. Sedangkan lama waktu dibutuhkan oleh sinar Matahari untuk sampai ke Bumi, rata-rata adalah 8,317 menit cahaya. Berarti jarak rata-rata Matahari dari Bumi adalah 149.599.000 km atau 149,599 Gm, jarak mana dijadikan satuan ukuran yang dinamakan satu unit astronomik (astronomical unit).



    Tatanan planet mayor dalam tata surya kita


    Satu produk aplikasi cahaya dalam sains dan teknologi yang dapat digunakan untuk menentukan jarak dan atau mendeteksi keberadaan suatu benda tersembunyi adalah RADAR (Radio Detecting And Ranging), yang bekerja menggunakan prinsip gema (echo); dimana antara lain dapat digunakan untuk mengukur jarak dan arah gerak benda di angkasa. Produk lain lagi adalah MASER (Microwave Amplification by Stimulating Emission of Radiation) dan LASER (Light Amplification by Stimulating Emission of Radiation), yang bekerja menggunakan prinsip cahaya koheren dan sefase, sedemikian sehingga cahaya terkumpul jadi satu berkas sinar sangat energetik, yang bahkan mampu mengiris logam atau membakar dengan panas luarbiasa.


    Dari seluruh keberadaan cahaya fisik, hanya sebagian kecil rangkum cahaya ini yang tampak (visible) dengan mata biasa, yakni cahaya berwarna, yang terletak dalam rangkum penampakan (range of visibility), yang membentuk spektrum warna, antara merah-infra (infra-red) dan lembayung-ultra (ultra-violet), atau antara panjang-gelombang (wave-length) 7,4 dan 4,0 x 10 exp —7 meter dan frekuensi 4,051 dan 7,495 x 10 exp 14 Hertz. Diluar rangkum ini, cahaya adalah bening (transparent) tak bisa dilihat dengan mata biasa, tapi efeknya, sampai batas tertentu, bisa dirasakan atau dideteksi, bergantung pada kepekaan detektor, yang dalam bahasa Arab disebut sebagai "ghayb".


    Dalam fisika, energi dan materi adalah satu hal sama dalam wujud berbeda. Secara fisik, dalam kecepatan mendekati kecepatan cahaya, energi bisa menjelma jadi materi, via proses "materialisasi energi" (materialization of energy), dan sebaliknya, materi bisa menjelma jadi energi, via proses "annihilasi materi" (annihilation of matter). Karena cahaya memiliki dualitas energi—materi (energy—matter duality), ini menjelaskan bagaimana malä`ikat sebagai makhlüq cahaya (photonic creature), yang bergerak dengan kecepatan 0,999.999.999 . 999.999.999 ... kali kecepatan cahaya, bisa menjelma jadi berbagai wujud, termasuk wujud manusia, tapi kemudian sirna sekejap mata.

    . . .

    __________________________________________________

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.



    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:46 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [1]

    (C) 2006―2009 ― Achmad Firwany



    Ada ungkapan fisiologik dan psikologik ttg warna, dan ada pula ungkapan metafisik dan parapsikologik ttg warna.

    Disini kita akan mengupas apa itu warna secara alami, ... secara fisik dan kimiawi, ... secara ilmiah dan teknik, ... menggali hakekat alami masing2 warna, dan bgmn tiap warna bisa terjadi ... knp sesuatu itu berwarna dan knp tdk ... knp ada warna cerah dan knp ada warna redup, ... knp ada hitam dan putih dan kelabu diantaranya ... dan apa itu yg disebut atribut warna ... dlsb ...

    Artikel ini melengkapi artikel yg lain ttg warna, dlm forum, dlm topik

    . . .

    Pokoknya disini ttg segala warna akan dibahas tanpa ragu2 atau kira2, tp dgn pasti, jelas, bgmn suatu warna tampak berbeda dgn warna lain dan faktor apa saja yg membedakan suatu warna dgn warna lain, dan dikupas tuntas ... pas ...pas ... pas ... ... tas ... tas ... tas ... sampai habis ... bis ... bis ... bis ... ke akarnya ... lengkap ... kap ... kap ... kap ...

    .. dan nanti kalau sdh usai baca uraian ini ... anda mungkin baru sadar kalau ttg warna itu saja ilmunya begitu luas ... tp jangan pusing ya ...!!!???

    Tp saya langsung dari teori ke praktek saja, dan krn ini menyangkut warna, maka perlu peragaan visual yg bisa dinikmati oleh mata. Mana enak kita bicara warna, tp tak bisa melihat warna yg kita bicarakan ... tul ... tul ... tul ...???

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:47 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [2]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    HITAM DAN PUTIH DAN SKALA KELABU

    Begini, secara fisik, hitam dan putih (black and white), termasuk kelabu (gray), tak disebut sbg warna (color, colour), alias nirwarna (colorless). Kalau mau dikelompokkan sbg warna juga, maka disebut sbg warna tanpa kroma alias warna akromatik (achromatic color), atau disebut juga warna komposit (composite color) krn pd dasarnya merupakan komposisi yg mengandung segala komponen warna, atau tdk samasekali.

    Hitam berarti kegelapan (darkness) krn ketiadaan cahaya, dan putih berarti kebendrangan (brightness) krn keberadaan cahaya (light). Krn itu putih mengandung semua warna.

    Variasi keremangan antara hitam dan putih menghasilkan skala kelabu (gray scale). Ada banyak skala bisa dihasilkan, mulai dari 3, 5, 7, s/d 9, dan masih bisa lbh.


    OBYEKTIV DAN SUBYEKTIV

    Warna didefinisikan dgn satu atau dua cara,

    • obyektiv, atau cara fisik, sbg properti cahaya, dimana cahaya adalah properti dpt dilihat dr radiasi elektromagnetik universal dlm bentuk gelombang energetik atau partikel material yg dinamakan photon, sbgmn ditentukan oleh panjang-gelombang dan frekuensi radiasi elektromagnetik yg bisa diukur.

    • subyektiv, atau cara psikologik, sbg aspek penampakan visual yg dideteksi oleh mata manusia, dimana cahaya adalah sensasi psikologik visual hasil interpretasi sistem syaraf sentral manusia yg berpusat di otak ketika terjadi stimulasi fisik terhadap retina mata oleh gelombang radiasi elektromagnetik tampak dgn frekuensi dan panjang-gelombang tertentu.
    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:48 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [3]

    (C) 2006―2009 ― Achmad Firwany


    WARNA DAN BAHAN-PEWARNA (COLOR AND COLORANT)

    Secara fisik didalam alam, warna yg menjadi hakekat materi dibedakan atas 2, yakni

    • warna additiv, atau warna fisik, atau warna cahaya, dan
    • warna subtraktiv, atau warna kimiawi, atau warna bahan pewarna (colorant): cat, tinta, kesumba (paint, ink, dye)

    Masing2, memiliki triad, 3 warna dasar berbeda, sbg dasar percampuran warna (color mixing)


    KOLORIMETRI DAN KOLORIMETER (COLORIMETRY AND COLORIMETER)

    Kolorimeteri adalah disiplin ilmu pengukuran warna, merupakan cabang fisika, yg berhubungan dgn fotika, skopika, dan optika (photics, scopics, and optics), yg digunakan utk mempelajari warna, properti, atribut, karakteristik, dan perilaku warna. Kolorimetri digunakan dlm melakukan spesifikasi dan reproduksi warna, berdasarkan pada pengukuran. Kolorimetri juga digunakan dlm kimia analitik.

    Kolorimeter adalah alat yg digunakan dlm pengukurabn kolorimetrik dan analisa utk menentukan intensitas atau kekuatan warna via perbandingan fisik thdp suatu standar internasional atau thdp kualitas spektral cahaya tampak. Ada 3 jenis kolorimeter,

    • album warna atau contoh filter.
    • monokromatik, perbandingan thdp skala kelabu antara hitam dan putih.
    • trikromatik, perbandingan thdp 3 warna dasar.



    KOLORTRON DAN KOLORTRONIKA (COLOTRON AND COLOTRONICS)

    Kolortron adalah tabung sinar katoda (cathode ray tube, CRT) yg digunakan sbg senapan elektron (elektron gun) utk tabung warna, spt pd perangkat peraga video (video display unit, VDU) komputer dan pesawat penerima televisi (television receiver, TVR). Masing2 terdiri dr tiga tabung warna, merah, hijau, biru(red, green, blue, RGB).

    Kolortronika adalah sains dan teknologi rekayasa elektronika digunakan utk merancang dan memproduksi bbg kolortron.

    . . .

    __________________________________________________

    (C) 2006―2009 ― Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:49 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [4]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    PENAMPAKAN WARNA (COLOR VISION)

    Cahaya putih terdiri dr campuran komposit radiasi elektromagnetik dgn bbg frekuensi dan panjang-gelombang. Permukaan material yg memantulkan semua gelombang ini akan tampak putih, sedangkan sebagian permukaan lain yg memantulkan hanya gelobang tertentu akan tampak berwarna, berarti memiliki properti fisik menyerap sebagian dan memantulkan sebagian lain. Misalnya, permukaan yg menyerap semua gelombang, kecuali gelombang merah akan tampak berwarna merah. Jadi warna tampak disini bukan warna material, tp material tampak berwarna krn kemampuannya memantulkan hanya warna tertentu, dan menyerap bbg warna lain.

    Mata manusia mengandung 2 jenis sel sensitiv thdp warna, yakni buluh dan kerucut (rod and cone). Buluh merespon hanya thdp radiasi gelombang elektromagnetik tampak dgn intensitas rendah, dan respon ini tak bervariasi dgn frekuensi dan panjang-gelombang, shg tak dapat membedakan warna. Sebaliknya, kerucut merespon thdp radiasi gelombang elektromagnetik tampak dgn intensitas tinggi, dan respon ini bervariasi dgn frekuensi dan panjang-gelombang, shg suatu warna tertentu bisa dilihat.

    Visi warna bisa dijelskan dgn teori trikromatik, dimana diasumsikan bahwa ada 3 kerucut terpisah yg masing2 hanya sensitiv thdp warna dasar tertentu cahaya, merah, hijau, dan biru. Cahaya yg datang akan menstimulasi satu atau lbh kerucut ini, sesuai dgn warnanya, shg sistem kerucut ini mengindera penampakan warna tertentu. Buta warna (color blindness) dpt dijelaskan sbg ketiadaan satu atau lbh perangkat kerucut ini.


    WARNA TUBUH DAN DAN WARNA PERMUKAAN (BODY COLOR AND SUFACE COLOR)
    WARNA PIGMEN DAN WARNA PENAMPILAN


    Suatu material dikatakan memiliki warna tubuh (body color) bila struktur molekular bahan tsb menyerap radiasi elektromagnetik tampak tertentu, yg menembus permukaan material hingga kedalaman tertentu, kemudian memantulkannya kembali melalui selaput tipis permukaan material tsb. Warna tubuh suatu material ditentukan oleh frekuensi dan panjang-gelombang yg tersedikit diserapnya. Shg suatu material yg meyerap banuak merah dan hijau, akan tampak biru.

    Suatu material dikatakan memiliki warna permukaan (surface color) ketika ditimpa cahaya putih, tp hanya memantulkan warna tertentu. Benda yg menampilkan warna permukaan ketika dilihat dr cahaya datang akan tampak memiliki warna komplementer dibandingkan ketika dilihat dr cahaya pantul. Benda yg memiliki warna tubuh akan tampak berwarna sama, baik dilihat dr cahaya datang maupun dr cahaya pantul.


    WARNA SPEKTRAL (SPECTRAL COLOR)

    Warna spektral adalah warna-warna yang tampak dlm ban atau sabuk warna spektrum sinambung cahaya tampak. Warna spektral ini hanya tampak dlm area tampak yg terletak antara infra-merah tak-tampak dan ultra-lembayung tak-tampak. Dlm prakteknya, spektrum cahaya dihasilkan ketika berkas cahaya putih menembus prisma kaca bening, dan terurai atas 7 warna pelangi, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan lembayung. Ttg spektum cahaya ini tlh dikupas tuntas pd artikel sblmnya diatas.






    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:51 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [5]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany



    PELANGI ATAU BIANGLALA ATAU BUSUR-HUJAN (RAINBOW)

    Pelangi adalah ban lengkung atau busur cincin cahaya yg mengadung rangkaian warna spektum yg terbentuk secara alami, yg tampak sbg proyeksi alami dgn latarbelakang biru langit cerah di angkasa. Pelangi adalah akibat alami yg dihasilkan oleh refleksi internal, refraksi, dan dispersi refraktiv sinar berkas cahaya matahari oleh butir kecil tetes air di udara, yg terbentuk sesaat stlh hujan. Ada sepasang ban atau busur cincin warna yg bisa diamati, dimana susunan warna pd busur pertama berkebalikan dgn yg pd busur kedua. Pasangan pelangi ini hanya tampak jelas bila pengamat membelakangi laut.




    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:53 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [6]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    WARNA PASANGAN|PELENGKAP|KOMPLEMENTER (COMPLEMENTARY COLOR)

    Warna komplementer adalah pasangan warna silang kontra atau saling berlawanan, positiv dan negativ, murni atau pun tdk, yg bila bercampur akan menghasilkan, putih atau hampir putih bila cahaya, hitam atau hampir hitam bila cat, krn terjadi interferensi fisik atau percampuran saling melemahkan. Misalnya, dlm cahaya, merah dan biru, dan hijau dan magenta. Sedangkan pasangan hitam dan putih itu sendiri pun komplementer, dan bila bercampur menghasilkan kelabu.


    TRIAD WARNA DASAR - RGB DAN CMY

    Triad warna ada tripel warna yg terdiri dari tiga warna dasar atau primer, RGB atau CMY.

    Triad warna cahaya, disebut juga triad additive|penambahan, adalah RGB (red, green, blue) atau merah, hijau, biru, yg bila bercampur sempurna akan menghasilkan putih atau hampir putih. Shg disebut juga Quad RGBW (RGB white).




    Triad warna cat, disebut juga atau triad subtraktiv|pengurangan, adalah CMY (cyan, magenta, yellow) atau sian, magenta, kuning, yg bila bercampur sempurna akan menghasilkan hitam atau hampir hitam. Shg disebut juga Quad CMYK (CMY black).




    Dulu, sblm triad warna cat adalah CMY, ada 2 triad, yakni triad printer|pencetak atau CMY dan triad painter|pelukis atau RYB (red yellow blue).

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:54 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [7]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    SEGITIGA WARNA (COLOR TRIANGLE)

    Segitiga warna, bisa additiv atau subtraktiv, digunakan sbg patokan dasar percampuran warna.

    • Segitiga warna additiv adalah segitiga dimana triad additiv RGB disusun pd 3 sudut bersama triad subtraktiv CMY pd 3 sisi, dgn putih di pusat segitiga. Addisi|penjumlahan tiap 2 warna primer additiv di sudut akan menghasilkan 1 warna primer subtraktiv di sisi yg diapit diantaranya. Sedangkan addisi 3 warna additiv adalah putih di pusat segitiga. Warna komplementer saling berseberangan dlm segitiga.

    • Segitiga warna sbtraktiv adalah segitiga dimana triad subtraktiv CMY disusun pd 3 sudut bersama triad additiv RGB pd 3 sisi, dgn hitam di pusat segitiga. Subtraksi|pengurangan tiap 2 warna primer subtraktiv di sudut akan menghasilkan 1 warna primer additiv di sisi yg diapit diantaranya. Sedangkan subtraksi 3 warna subtraktiv adalah hitam di pusat segitiga. Warna komplementer saling berseberangan dlm segitiga.



    PERCAMPURAN WARNA (COLOR MIXING)

    Ada percampuran warna additiv secara fisik, dan percampuran warna subtraktiv secara kimiawi.



    Percampuran warna additiv adalah pola percampuran dimana semua warna bisa dihasilkan dari triad RGB, dan percampuran additiv total semua warna adalah putih.



    Percampuran warna subtraktiv adalah pola percampuran dimana semua warna bisa dihasilkan dari triad CMY, dan percampuran subtraktiv total semua warna adalah hitam.



    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:55 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [8]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    ATRIBUT WARNA (COLOR ATTRIBUTES)

    Atribut warna adalah "nilai ukuran matematik karakteristik fisik warna". Ukuran ini dinyatakan dalam rasio|perbandingan atau persentasi, %.

    Ada bbrp atribut fisik dasar warna. Ada atribut fisik, obyektiv, atau aktual, dan ada atribut psikologik, subyektiv, atau visual.


    • DIMENSI PERTAMA

      Hue atau kemurnian|puritas (purity) atau keaslian|orisinilitas (originality) atau jatidiri|identitas warna, sbg ukuran keberadaan suatu warna, yg membedakan satu warna dgn lain warna.


    • DIMENSI KEDUA

      Kecemerlangan|berliansi (brilliance) atau kebenderangan (brightness) atau nilai (value), sbg ukuran terang-gelap atau kekemilauan suatu warna, krn percampuran dgn putih, hitam, atau kelabu. Makin tinggi berliansi, makin terang atau mendekati putih suatu warna, dan makin rendah berliansi, makin gelap atau mendekati hitam suatu warna.

      Luminansi (luminance) [colorimetry] atau luminusitas (luminousity) atau kekuatan cahaya atau intensitas luminous (luminous intensity) atau kecahayaan (lightness), sbg ukuran terang-gelap per satuan area sumber cahaya warna, krn kekuatan cahaya sumber cahaya warna tsb. Makin tinggi luminansi, makin terang suatu warna, dan rendah lumninansi, makin gelap suatu warna.

      Luma (luma) [video engineering]. Istilah serupa tp tak samadgn luminansi, dimana luma menggunakan koreksi gamma (gamma correction), sedangkan lumninansi tdk.


    • DIMENSI KETIGA

      Kroma (chroma), kromatisitas (chromaticity) [colorimetry] atau krominansi (chrominance) [video enggineering], atau kepenuhwarnaan (colorfulness), sbg ukuran derajat kemurnian suatu warna, dr percampuran dgn warna lain, termasuk percampuran dgn putih, hitam, atau kelabu. Makin rendah kroma, makin hilang atau tak tampak suatu warna.

      Kejenuhan|saturasi (saturation) atau illuminansi (illumninance) atau kekuatan pencahayaan atau intensitas illuminasi (illuminous intensity) atau intensitas (intensity), sbg ukuran cerah-redup atau kekeruhan suatu warna, dr percamputan dgn putih, hitam, atau kelabu. Makin rendah saturasi, makin kabus atau mendekati kelabu suatu warna.

      Masih ada bbrp atribut lain, yg serupa tp tak sama, digunakan dlm sains dan rekayasa dlm menentukan ukuran warna, namun menggunakan batasan|definisi teknik matematik sangat akurat, melibatkan frekuensi dan panjang-gelombang elektromagnetik, shg tak dikupas disini.



    Catatan: serupa tp tak sama, org sering menyamakan atau saling mempertukarkan istilah terminologi antara,

    • berliansi dan lumninansi.
    • kroma dan saturasi.

    krn secara visual mirip, tp secara teknik dan matematik berbeda.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:56 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [9]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    HUE ATAU KEMURNIAN|PURITAS (PURITY) ATAU KEASLIAN|ORISINILITAS (ORIGINALITY) ATAU JATIDIRI|IDENTITAS (IDENTITY)

    Hue atau kemurnian|puritas (purity) atau keaslian|orisinilitas (originality) atau jatidiri|identitas warna, adalah atribut dasar warna utama, merupakan nilai ukuran matematik kemurnian atau keaslian suatu warna sejati, dimana suatu warna bisa dibedakan dr warna lain tanpa pengaruh campuran, bebas dr penipisan|penerangan|pemutihan (thining|lightening|whitening) dan pembayangan|penggelapan|penghitaman (shading|darking|blacking) warna, sedemikian sehingga satu warna dpt dibedakan dr lain warna yg jatidirinya samasekali lain drpdnya. Ukuran ini membedakan warna asli merah, hijau, biru, dll.

    Hue berlaku sbg kualitas fundamental warna, dan ditentukan berdasarkan frekuensi dan panjang-gelombang cahaya dlm spektrum sinambung cahaya tampak yg menampilkan variasi hue jenuh. Hue membedakan warna merah dr hijau dan biru. Tak ada pemutihan dan penghitaman warna yg dpt mengubah merah menjadi hijau atau menjadi biru. Jadi hue beraku sbg ukuran keberadaan suatu warna.

    Jika memungkinkan, maka mata normal manusia dpt membedakan 3, 6, 12, 24, 48, 96, s/d 192 hue dlm satu spektrum sinambung cahaya tampak, dimana beda panjang-gelombang antara satu hue dan lain hue berkisar antara 1 s/d 3 nm [1 nanometer = sepermilyar meter].

    Jika hue mengalami dilusi dibawah cahaya putih, dan menghasilkan warna tak-murni dan tak-jenuh atau warna keruh (tint color), setidaknya mata normal manusia dpt membedakan 3, 6, 12, 24, 48, 96, s/d 192 warna keruh (tint color).

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:57 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [11]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    LUMINANSI (LUMINANCE) ATAU LUMINUSITAS (LUMINOUSITY) ATAU INTENSITAS LUMINUS (LUMINOUS INTENSITY) ATAU KECAHAYAAN (LIGHTNESS)

    Luminansi (luminance) atau luminusitas (luminousity) atau kekuatan penerangan atau intensitas luminus (luminous intensity) atau kecahayaan (lightness), serupa dgn kecemerlangan|berliansi, tp berbeda dlm definisi matematik. Luminansi suatu warna adalah ukuran intensitas cahaya per unit area sumber cahaya warna tsb.

    Jadi makin kuat pencahayaan thdp suatu warna, makin tinggi luminansi warna tsb, dan sebaliknya.

    Bbg ukuran luminansi berbeda diukur pd ukuran hue sama tertentu.





    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 1:59 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [12]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    KROMA (CHROMA), KROMATISITAS (CHROMATICITY) [COLORIMETRY] ATAU KROMINANSI (CHROMINANCE) [VIDEO ENGINEERING], ATAU KEPENUHWARNAAN (COLORFULNESS)

    Kroma (chroma), singkatan dr kromasitas (chromaticity) atau krominansi (chrominance), adalah atribut dasar warna ketiga, merupakan nilai ukuran matematik intensitas fisik cerah-redup suatu warna, shg merupakan ukuran kekuatan dan kelemahan (strength dan weakness) atau kekayaan dan kemiskinan (richness and poorness) suatu warna. Ukuran ini membedakan antara lebih merah (more red) dan kurang merah (less red). Dgn kata lain adalah ukuran persentasi kualitas keberadaan jatidiri suatu warna.

    Kroma merupakan deskripsi obyektiv kualitas warna stimulus visual | rangsangan tampak sbgmn terlihat oleh mata, spt warna cahaya atau permukaan berwarna. Dgn demikian, kroma merupakan atribut sensasi visual pd mana suatu warna asli bisa dilihat, tanpa bergantung pd gelap dan terang, atau tanpa pengaruh putih dan hitam.

    Warna dgn kroma tertinggi mengandung hue maksimum [100%] tanpa ketakmurniaan krn bercampur dgn putih, hitam, atau kelabu. Jadi kroma menjadi ukuran derajat kemurnian suatu hue dr percampuran dgn warna lain ataupun dgn putih, hitam, atau kelabu. Disebut juga kepenuhwarnaan (colorfulness), krn kroma merupakan ukuran identifikasi hue dlm suatu warna. Suatu warna tanpa kroma adalah akromatik atau monokromatik dan akan tampak kelabu atau kabus.

    Bbg ukuran krominansi berbeda diukur pd ukuran berliansi sama tertentu.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 2:00 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [13]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    KEJENUHAN | SATURASI (SATURATION) ATAU ILLUMINANSI (ILLUMNINANCE) ATAU INTENSITAS ILLUMINASI (ILLUMINOUS INTENSITY) ATAU INTENSITAS (INTENSITY)

    Kejenuhan | saturasi (saturation) atau illuminansi (illumninance) atau kekuatan pencahayaan atau intensitas illuminasi (illuminous intensity), sering dipertukarkan dgn kroma, tp secara matematik berbeda, krn atribut ini dipengaruhi oleh proses yg disebut pengeruhan|dilusi warna (color dillution, color tinting), dimana suatu warna dpt dibedakan antara warna jenuh [100% murni tak bercampur] dan tak-jenuh [kurang drpd 100% krn bercampur dgn putih, hitam, atau kelabu].

    Saturasi berlaku sbg ukuran kekuatan suatu warna ketika suatu warna diillumninasi|dicahayai oleh cahaya netral dlm bbg intensitas illumninasi, dr putih, kelabu, sampai hitam. Jika suatu warna murni jenuh (saturated hue) [misalnya, 100% merah], disinari oleh cahaya putih, maka ia akan mengalami dilusi, shg menjadi tak-murni (impure) dan tak-jenuh (desaturated), dan diklasifikasikan sbg warna keruh (tint color). Dengan demikian, saturasi adalah ukuran sbrp jauh suatu warna bebas dr pencahayaan dan mencapai warna murni jenuh (saturated hue).

    Jadi saturasi menunjukkan kekuatan suatu warna thdp pencahayaan, yg mana berkaitan dgn berliansi, dan merupakan ukuran derajat kebebasannya dr percampuran dgn kelabu, yg membedakannya dgn kelabu pd berliansi tertentu. Makin mendekati kelabu, makin tak jenuh suatu warna.

    Bbg ukuran saturasi berbeda diukur pd ukuran berliansi sama tertentu.



    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 2:01 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [14]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    WARNA KROMATIK, MONOKROMATIK, DAN AKROMATIK

    Warna kromatik (chromatic color) adalah warna yg memiliki atribut 3 dimensi, yakni hue dan kecemerlangan | berliansi, dan kroma. Variasi RGB dan CMY adalah warna kromatik.

    Warna monokromatik (monochromatik) adalah warna yg memilik atribut 2 dimensi, yakni hue dan kecemerlangan | berliansi saja. Misalnya dr hijau-gelap | tua (dark-green) sampai hijau-terang | muda (light-green)

    Warna akromatik (achromatic color) adalah warna yg hanya memiliki atribut 1 dimensi, yakni kecemerlangan | berliansi saja. Skala kelabu (gray scale), dr hitam sampai putih adalah warna akromatik.



    PERCAMPURAN WARNA KROMATIK (CHROMATIC COLOR MIXING)

    Percampuran warna kromatik adalah percampuran antara 2 atau lbh warna bersisian, yg samasekali bebas dr campuran hitam dan putih. Misalnya antara merah dan hijau, atau hijau dan biru, atau biru dan merah.

    Tiap percampuran 2 warna akan menghasilkan 1 warna antara (intermediate color). Shg 3 warna primer (primary color) akan menghasilkan 6 warna sekunder (secondary color), dan kemudian 12 warna tertier (tertiary color), lalu 24 warna kuarter (quartenary color), lantas 48 warna kuinter (quinternary color), dst. Jadi dlm percampuran warna kromatik, warna berbiak, dr 3, 6, 12, 24, 48, 96, 192, s/d 384, dst.













    PERCAMPURAN WARNA AKROMATIK (ACHROMATIC COLOR MIXING)

    Percampuran warna akromatik adalah percampuran antara 1 warna dgn hitam, putih, atau skala klabu. Percampuran dgn hitam disebut pembayangan (shading), dan percampuran dgn putih disebut penipisan (thining). Misalnya antara merah dan hitam, antara hijau dan kelabu, antara biru dan putih.

    Gelap dan terang suatu warna dlm campuran akromatik bergantung pd banyaknya persentasi hitam atau putih thdp warna tsb.

    Hasil percampuran suatu warna, jika dgn hitam maka dinamakan warna gelap|tua (dark color), jika dgn putih dinamakan warna terang|muda (light color), dan jika dgn kelabu maka dinamakan warna pucat | kabus (pale color).


    PEMUTIHAN ATAU PENIPISAN (WHITENING, LIGHTENING, THINING)

    Pemutihan adalah proses penambahan cahaya atau percampuran putih thdp suatu warna, shg membuat warna tsb menjadi lebih terang. Warna yg dihasilkan dikelompokan sbg warna terang (thin color, light color).


    PENGHITAMAN ATAU PEMBAYANGAN (BLACKING, DARKING, SHADING)

    Penghitaman adalah proses pengurangan cahaya atau percampuran hitam thdp suatu warna, shg membuat warna tsb menjadi lebih gelap. Warna yg dihasilkan dikelompokan sbg warna gelap (shade color, dark color).


    PENGKABUSAN (GRAYING, TINTING)

    Pengkabusan adalah proses penambahan atau pengurangan cahaya atau percampuran kelabu thdp suatu warna, shg membuat warna tsb menjadi kabus. Warna yg dihasilkan dikelompokan sbg warna kabus atau warna pucat (tint color, pale color).

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan: 198
    Poin: 316
    Reputasi: 0
    Sejak: 09.04.10
    Organisasi: HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi: Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan: Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili: Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PHOTO: Warna. Properti dan Atribut

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 2:03 am

    TEORI WARNA DAN PRAKTEK PENCAMPURAN WARNA [15]

    (C) 2006―2010 ― Achmad Firwany


    SISTIM WARNA (COLOR SYSTEM)

    Sistim warna adalah seperangkat alat representasi visual warna dan percampuran warna dlm bentuk perangkat,

    • sistem warna 2-dimensi, 2D dgn koordinat xy, bidang warna.
    • sistem warna 3-dimensi, 3D dgn koordinat xyz, ruang warna.

    Disamping itu, ada 2 macam sistem warna,

    • sistem warna obyektiv
    • sistem warna subyektiv.

    Utk sistim warna obyektiv, koordinat 3D xyz adalah: frekuensi dan panjang-gelombang sbg x, luminansi sbg y, dan puritas eksitasi | ransangan kemurnian sbg z.

    Utk sistim warna subyektiv, koordinat 3D xyz adalah: hue sbg x, berliansi atau luminansi sbg y, dan kroma atau saturasi sbg z.

    Dlm koordinat 3D, sistim warna membentuk suatu pohon bercabang yg secara keseluruhan membentuk sebuah bola, elipsoida, atau silinder.

    Berdasarkan atribut warna yg digunakan dlm membentuk koordinat xyz, sistem warna ada bbrp macam, antara lain, sbb.

    • HSV (hue, saturation, value) atau HSB (hue, saturation, brightness)
    • HSL (hue, saturation, luminousity)
    • HSI (hue, saturation, intensity)
    • HLS (hue, lightness, saturation)
    • HBL (hue, brightness, luminousity)
    • dll.

    Ada banyak sekali sistim warna, mulai dr yg digunakan utk pengecatan (painting)[RYB], utk pencetakan (printing) [CMY, CMYK], utk pencahayaan (lighting) [RGB, RGBW], kolorimetri komisi internasional pencahayaan yg berbasis SPD (spectral power distribution) [CIE XYZ SPD, CIE-LUV, CIE-LAB], sampai yg digunakan transmisi sinyal warna televisi dan rekayasa video (video engineering) [YUV, PAL, NTSC, dll] utk CRT (cathode ray tube), dan terakhir adalah sistim digital yg digunakan dlm pemprograman komputer (computer programming), dan universal colorcube [RGB-CMY] yg mencoba menggabung bbg sistim.

    Meski demikian antara sistem berbeda bisa dilakukan transformasi koordinat secara matematik, menggunakan persamaan matematik antara dua sistem tsb. Ttg hal ini tak dikupas disini dan diluar cakupan tulisan ini.





    RODA WARNA (COLOR WHEEL)

    Adalah alat peraga percampuran warna menggunakan koordinat 2 dimensi.


    RUANG WARNA (COLOR SOLID, COLOR SPACE)

    Adalah alat peraga percampuran warna menggunakan koordinat 3 dimensi.



    KUALITAS WARNA (COLOR QUALITY)

    Kombinasi hue, kroma atau saturasi, dan berliansi atau luminansi, secara bersamaan menspesifikasi suatu tri-stimulus|rangsang warna, dan menjadi tolok-ukur kualitas warna (color quality).

    Kualitas warna didefinisikan menggunakan seperangkat koordinat 3D xyz, yg setara dgn rasio masing2 nilai tri-stimulus xyz cahaya thdp total addisi 3 stimulus tsb.

    Nilai tri-stimulus xyz adalah kombinasi 3 referensi atau stimuli cocok yg dibutuhkan utk mencocokkan secara tepat suatu warna tertentu dlm suatu sistem tri-kromatik menggunakan koordinat 3D xyz.

    ...

    Sekian dulu dan semoga berguna ...

    ...

    __________________________________________________

    (C) 1998―2010 ― Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


    ________________________________________

      Waktu sekarang Wed Jul 30, 2014 6:06 pm