(C) 2006—2010 — Achmad Firwany
INFORMASI AL QUR`AN
Tentang keberadaan planet dan banyaknya didalam tata surya kita sudah dinformasikan Allah via ayat Al Qur`an lebih 14 abad lampau, lama sebelum manusia mengetahui apa itu planet.
`idz qaala—yuusufu li `abiy–hi, yaa `abat–i `inni–y ra`aytu `ahada–asyara kawkabaan wa `alsy-syamsa wa `al- qamara, ra`aytu–hum li–y saajidiyna.
Tatkala Yúsuf-(Joseph)—telah-berkata kepada [Ya’qúb | Isrá’íl (Jacob | Israel)]-bapak–nya: “Wahai bapak–ku, sesungguhnya–aku, [aku-telah-bermimpi bahwa] aku-telah-menampak sebelas planet [Bumi dan seperti-nya] dan sang-Matahari [bintang] dan sang-Bulan [satelit], aku-telah-menampak–mereka kepada–ku sebagai-para-pesujud. [ Q 12 : 4 ]
TARJAMAH, TAFSÍR DAN TA`WÍL
Dalam tarjamah Al-Qur`án dalam bahasa Indonesia merujuk ke tarjamah dari Departemen Agama RI, atau pun tarjamah dari kebanyakan ulama, bahkan dalam bahasa Inggris, dalam ayat [ Q 12 : 4 ], kawkabaan diterjemahkan sebagai bintang (star), bukan planet, padahal dalam Al-Qur`án, bintang adalah tarjamah untuk najmun (jamak: nujum) [seperti digunakan untuk nama surah 53, dan tarjamah untuk semua lafazh tersebut]. Hal ini bisa dimaklumi karena tim penterjemah tak memiliki latarbelakang pengetahuan astronomi | kosmologi, dan tak melihat maksud lain ayat ini, yang dalam konteks prediksi dan informasi ilmiah sangat penting dalam kosmologi.
Dari sisi para-penterjemah, ayat ini adalah ayat mutasyábiháh (tersamar; tersirat, implisit, inklusif; berkias, bertamtsíl, beribárat; bertaw`íl) [ Q 3 : 7 ], tapi dari sudut pandang saya adalah ayat mutasyábiháh merangkap ayat muhkamáh (tentang hukum | hikmah; tersurat, eksplisit, eksklusif). Inilah yang saya maksudkan dalam pendahuluan bahwa ayat Al-Qur`an rangkap-maksud (multi-purpose) dan rangkap-tingkap (multi-level).
Sebagai ayat mutasyábiháh, yang dimaksud `ahada–asyara kawkabaan adalah sebelas saudara nabi Yúsuf (±1678–1555 SM) as, yang bersama nabi Yúsuf merupakan 12 orang Bani Isrá’íl (para-putera Isrá’íl, children of Israel) [ Q 5 : 12 – 13 ], dimana nabi Yúsuf adalah putera ke11, dan dimana 10 putera pertama dari satu ibu dan dua putera terakhir, Yúsuf dan Bunyamin, dari satu ibu lain. Sedangkan alsy-syamsa wa `al-qamara, sang-Matahari dan sang-Bulan adalah bapak dan ibu nabi Yúsuf, yaitu nabi Ya’qúb | Isrá’íl (Jacob | Israel) (±1800–1650 SM) as. dan istri-nya. Tafsir ayat [ Q 12 : 4 ] ini dijelaskan oleh ayat [ Q 12 : 54 - 56, 90 – 102].
Sebagai ayat muhkamáh, yang dimaksud `ahada–asyara kawkabaan adalah sebelas planet dalam sidrah (sidratun, sideral system), tata bintang (stellar system) kita, yaitu tata surya (solar system). Sedangkan pasangan alsy-syamsa wa `al-qamara adalah sang-Matahari | Mentari dan sang-Bulan | Rembulan (the-Sun and the-Moon), sebagaimana adanya, dimana Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata-bintang kita, dan bulan adalah satelit Bumi.
ENAM DARI SEBELAS PLANET
ENAM PLANET TELAH DIKETAHUI DI MASA NABI YUSUF AS (±1678–1555 SM) BAHKAN HINGGA MASA NABI MUHAMMAD SAW (571–632 M).
- Merkurius (Mercurius | Mercury, `Utariydun).
- Venus (Venus, Zuhrabun).
- Bumi (Maya | Gaia | Geo | Tera | Terre | Eorthe | Ardhe | Earth, `Ardhun).
- Mars (Mars, Mariykhun).
- Yupiter (Jupiter, Mustariyun).
- Saturnus (Saturnus | Saturn, Zuhalun).
Nama pertama adalah nama Yunani dan yang terakhir adalah nama Arabik. Semuanya bisa dilihat tanpa teleskop. Tapi orang pada masa itu tak tahu bahwa mereka adalah planet (kawkabun), melainkan dianggap sebagai bintang (najmun). Karena itu Merkurius dan Venus dulu disebut sebagai bintang Utari dan bintang Zuhrab.
Bagaimana mungkin nabi Yúsuf AS atau nabi Muhammad SAW mengetahui bahwa mereka adalah planet, bukan bintang seperti matahari (syamsun) atau satelit seperti bulan (qamarun)? [bahkan para-penterjemah Al-Qur`án yang tak memiliki pengetahuan astronomi | kosmologi hingga kini masih menterjemahkannya sebagai bintang? - lihat Al-Qur`án dan banyak terjemah Indonesia dan Inggris].
Dari mana tahu ada lima planet lain lagi sehingga total semua ada sebelas planet dalam tata surya kita? Kebetulan atau informasi dari keberadaan SupraCerdas?
SUNNATU`ALLAAHI DALAM JARAK RATA-RATA PLANET
Berdasarkan penemuan matematika, fisika, astronomi, dan kosmologi, ternyata jarak rata-rata kira-kira | pendekatan (approximate mean distance) suatu planet dari Matahari adalah teratur dan dapat dinyatakan dalan satu formula matematik dalam suatu series aestetik (deret indah), sesuai nomor urutnya dari Matahari.
- N = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 [nomor urut planet dari Matahari].
- 2^(N–2) = 0,5 1 2 4 8 16 32 64 128 256 512.
- 3* 2^(N–2) = 1,5 3 6 12 24 48 96 192 384 768.
- 4 3* 2^(N–2) = 5,5 7 10 16 28 52 100 196 388 772 [jarak astronomik planet dari Matahari, dengan beberapa koreksi].
Apakah ini satu kebetulan atau kesengajaan untuk menunjukan bahwa semesta adalah keteraturan (cosmos) dan bukan kekacauan (chaos) dan ada campurtangan keberadaan SupraCerdas?
RUMUS | FORMULA 1234 JARAK RERATA KEKIRA PLANET DARI MATAHARI
Pada 1766, J. D. Titus, matematikan Jerman, menemukan bahwa Jarak rata-rata kira-kira | pendekatan (approximate mean distance) suatu planet dari Matahari adalah teratur dan dapat dinyatakan dalan satu formula matematik dalam suatu series aestetik (deret indah). Pada 1772, penemuan ini diperteguh dan dipublikasi oleh Johan Elert Bode, astronomer Jerman.
Hukum Titius–Bode [formula 1234]: Jarak rata-rata suatu planet dari Matahari, relativ terhadap jarak rata-rata Bumi dari Matahari, adalah 0,1[2^(N–2)*3 4], atau s = [4 3*2^(N–2)]/10, untuk N = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dimana N adalah nomor urut planet dari Matahari, dan dimana untuk N = 3, maka s = 1 unit astronomik = 149,5 milyar meter = 149,5 juta km, adalah jarak rata-rata kira-kira Bumi dari Matahari. Formula ini memerlukan koreksi untuk N ≤ 1 dan N ≥9. Kalkulasi jarak dalam bentuk pendekatan ini kemudian ditingkatkan oleh Karl Friedrich Gauss (1777–1855), matematikan dan fisikawan Jerman, perancang geometri sferikal dan koordinat polar.
PENEMUAN PLANET – MENGGUNAKAN KALKULASI KOSMOFISIKA DAN TELESKOP
Uranus, planet mayor ke8, ditemukan pada 13 Maret 1781, oleh William Herschel [1738–1822), astronomer Jerman–Inggris.
Ceres, satu planet minor atau planetoid berasal dari pecahan planet mayor ke5, ditemukan pada 1 Januari 1801, oleh Giuseppe Piazi, astronomer Italia. Planetoid berikutnya, Pallas pada 1802, Yuno pada 1804, Vesta pada 1807, dan berikutnya lagi pada 1847.
Neptunus, planet mayor ke9, ditemukan pada 23 November 1846, oleh John Couch Adam di Inggris dan Urbain John Jospeh Leverrier (1811–1877), astronomer Perancis.
Pluto, planet minor, ditemukan pada 18 Februari 1930, oleh Clyde William Tombaugh (1906–), setelah lama sebelumnya keberadaannya diprediksi oleh Percival Lowell, pendiri Observatorium Lowell di AS, pada 1910.
Charon, satelit Pluto, ditemukan pada 1978, oleh James Christy, astronomer AS.
Eris atau Xena, dgn nama resmi 136199 Eris; sebelumnya dikenal sebagai 2003 UB313, planet minor yang ditemukan pada Jumat, 29 Juli 2005 oleh tiga astronom dari Amerika Serikat, Profesor Mike Brown dan koleganya dari Institut Teknologi California (Caltech), yang juga menemukan beberapa objek-objek serupa planet pada area Sabuk Kuiper. Awalnya diklaim oleh penemunya sebagai sebuah planet mayor, namun status planet minor kemudian diterima, Eris sangat dingin, berbatu-batu dan sedikit lebih besar daripada Pluto.
Dysnomia, satelt Eris, ditemukan pada 10 September 2005.
Sedna, dgn nama resmi 90377 Sedna, semula bernama 2003 VB12, adalah sebuah objek trans-Neptunus, yang ditemukan oleh Michael E. Brown (Caltech), Chad Trujillo (observatorium Gemini) dan David Rabinowitz (Universitas Yale) pada 14 November 2003. Pada waktu ditemukan, Sedna merupakan benda langit dalam Tata Surya terjauh yang pernah diamati pada saat itu. Diameter Sedna sekitar 1.180 sampai 1.800 km dengan massa 1,7 - 6,1 x 1021 kg. Perihelion Sedna 76,156 AU sedangkan aphelion-nya 975,056 AU. Sedna membutuhkan 12.000 tahun untuk satu kali mengorbit Matahari
SEBELAS PLANET TELAH DIKETAHUI DALAM TATA SURYA – SEJAK 1930
- Vulcan? [ planet hipothetikal ]
- Merkurius (Mercurius | Mercury, `Utarydun).
- Venus (Venus, Zuhrabun).
- Bumi (Maya | Gaia | Geo | Tera | Terre | Eorthe | Ardhe | Earth, `Ardhun).
- Mars (Mars, Marykhun).
- satu planet hancur menjadi beberapa planet-mini | planetoid (planetoids | asteroids, kawkabun | syajarun): (Ceres, Pallas, Yuno, Vesta, dll) [1801–1807, 1847, …]
- Yupiter (Jupiter, Mustariyun).
- Saturnus (Saturnus | Saturn, Zuhalun).
- Uranus (Uranus, `Uranusun) [1781]
- Neptunus (Neptunus | Neptune, Nabtunun) [1846]
- Pluto (Pluto, Plutun) [1910–1930].
- Eris | Xena [2003–2005]
- Sedna [2003]

VULCAN
Vulcan adalah planet hipotetikal terdekat dengan Matahari sebelum Merkurius. Namun hingga kini tak dapat dibuktikan keberadaannya secara ilmiah. Dengan demikian status keberadaan Vulcan pun gugur dengan sendirinya.
PLANET X
Planet X adalah planet hipotetikal besar setelah Neptunus. Basis ilmu pengetahuan hipotesis planet X pertama kali disebut tahun 1980-an, dan kini tidak ada porsi signifikan populasi ilmuan yang percaya planet ini ada. Walaupun Pluto ditemukan sebagai akibat pencarian Planet X, namun planet ini tidak dianggap sebagai Planet X. Baik Eris atau Xena dan Sedna juga tidak dianggap sebagai planet X.
. . .
KONFIRMASI SAINS
Berdasarkan ayat [ Q 12 : 4 ] diatas, musti ada paling sedikit 11 planet yang memenuhi kriteria sebagai planet mayor, yang jarak reratanya terhadap Matahari memenuhi formula Titus–Bode dengan beberapa koreksi. Selebihnya adalah planet minor atau planet katai (dwarf planet).
. . .
Semoga informasi naqli dan ilmiah ini berguna . . .
_________________________________________________
(C) 2006–2010 — Achmad Firwany
HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.
Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.
Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.















Waktu Jakarta























» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
» WEBINFO: E-mail Fisika
» INTRO: TESQSCAPE
» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
» MATERIAL: Kristal Cair
» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
» LENSA: Nomor Anda Berapa?
» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
» FORUM: Administrator: Salam Kenal
» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
» TEST: Menampilkan Klip Video
» TEST: Menampilkan Klip Audio
» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
» TEST: Membuat Tabulasi
» TEST: Membuat Daftar
» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
» FORUM: Tata Tertib
» FORUM: Etika
» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
» FORUM: Selamat Datang
» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
» WTA: Image To Seg-Y
» EPILOG: The Physics Philosophy