(C) 2000-2010 - Achmad Firwany
PERHITUNGAN BERDASARKAN PADA EKSPERIMEN TEKNIK
Dicatat dalam sejarah fisika, bahwa kecepatan cahaya diukur pertama kali oleh Olaus Roemer pada 1676. Roemer mengukur kecepatan cahaya dengan cara menghitung waktu jarak diantara gerhana bbrp satelit planet Jupiter, kemudian ia memperoleh nlai kecepatan cahaya sekitar 214.000 km/detik.
Kemudian pada 1726, James Bradley mengukur kecepatan cahaya dengan mengamati penyimpangan spektrum cahaya bintang, dan memperoleh nilai pengukuran kecepatan cahaya sekitar 301.000 km/detik.
Tercatat juga bahwa, kecepatan cahaya diukur pd 1928―1930, dlm serangkaian eksperimen yg dilakukan khusus utk itu, oleh Albert Abraham Michelson (1852―1931), fisikawan Jerman ― Amerika dan Moreley, yg kemudian terkenal sebagai eksperimen Michelson―Moreley.
Selama bertahun-tahun kecepatan cahaya ini diukur dan dihitung berulang kali, dan diperoleh kesimpulan bahwa kecepatan cahaya adalah tetap (constant, C). Berikut adalah bbrp hasil pengukuran dan perhitungan dari tahun ke tahun.
| KRONOLOGI PENGUKURAN KECEPATAN CAHAYA | |||
| Tahun | Oleh | Metoda | Hasil [ km/detik ] |
| 1676 | Olaus Roemer | satelit-satelit Yupiter | 214.000,000.000 |
| 1726 | James Bradley | aberasi stelar | 301.000,000.000 |
| 1849 | Armand Fizeau | roda gerigi | 315.000,000.000 |
| 1862 | Leon Foucault | cermin putar | 298.000,000.000 |
| 1879 | Albert Michelson | cermin putar | 299.910,000.000 |
| 1907 | Rosa Dorsay | konstanta-konstanta elektromagnetik | 299.788,000.000 |
| 1926 | Albert Michelson | cermin putar | 299.796,000.000 |
| 1947 | Essen | resonator rongga | 299.792,000.000 |
| 1958 | K. D. Froome | interferometer radio | 299.792,500.000 |
| 1973 | Evanson et al | LASER | 299.792,457.400 |
| 1983 | nilai diadaptasi | 299.792,458.000 | |
Selanjutnya berikut adalah bbrp ketetapan standarisasi.
- Biro Standar Nasional AS (US National Bureau of Standards), C = 299.792,457.400 ± 0.001.100 km/detik = 299.792,458.5 km/detik.
- Konferensi ke17 standar-standar pengukuran dan berat, C = 299.792,458 km/detik.
- Laboratorium, Fisika Nasional Inggris (The British National Physical Laboratory), C = 299.792,459.000 ± 0.00.080 km/detik.
Hasil komputasi terakhir sekarang ini, menetapkan bahwa konstanta kecepatan cahaya dlm ruang hampa, C = 299.792.500 m/detik = 299.792,500 km/detik = 186.282,366 mil/detik.
Ini merupakan pembulatan keatas (rounded-up) dari C = 299.792,458 km/detik.
- 1 detik cahaya = 299.792,500 km/detik = 186.282,366 mil/detik
- 1 menit cahaya = 17.987.550 km = 11.176.942 mil
- 1 jam cahaya = 1.079.253.000 km = 670.616.516 mil
- 1 hari cahaya = 25.902.072.000 km = 16.094.796.381 mil
- 1 tahun cahaya = 9.460.731.798.000 km = 5.878.624.378.055 km
Ttg praktek lapangan bgmn secara teknik kecepatan cahaya diukur dan dihitung dlm eksperimen dan observasi adalah diluar cakupan tulisan ini. Yg jelas adalah bahwa konstanta kecepatan cahaya dlm ruang hampa ini tlh ditetapkan oleh bbg lembaga ilmiah sbg standar dunia.
Hukum fisika menetapkan bahwa, kecepatan cahaya atau kecepatan núriýah (light velocity) dlm ruang hampa adalah tetap (constant), seragam (uniform) di tiap bagian semesta, dan merupakan kecepatan mutlak (absolute velocity), dan adalah kecepatan tertinggi dpt dicapai oleh materi atau energi.
Cahaya itu sendiri adalah benda | materi dan sekaligus juga adalah tenaga | materi. Cahaya memiliki sifat dan perilaku ganda, sbg zarah benda (material particle) dan sbg gelombang tenaga (energetic wave), disebut dualitas zarah-gelombang cahaya (light particle-wave duality), dan zarah atau gelombang cahaya ini dinamakan foton (photon).
















Waktu Jakarta



















» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
» WEBINFO: E-mail Fisika
» INTRO: TESQSCAPE
» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
» MATERIAL: Kristal Cair
» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
» LENSA: Nomor Anda Berapa?
» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
» FORUM: Administrator: Salam Kenal
» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
» TEST: Menampilkan Klip Video
» TEST: Menampilkan Klip Audio
» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
» TEST: Membuat Tabulasi
» TEST: Membuat Daftar
» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
» FORUM: Tata Tertib
» FORUM: Etika
» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
» FORUM: Selamat Datang
» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
» WTA: Image To Seg-Y
» EPILOG: The Physics Philosophy