KAMI MENGUNDANG PARA FISIKAWAN DAN PEMERHATI FISIKA UNTUK BERGABUNG DALAM FORUM KOMUNIKASI INI

Login

Lupa password?

Real Time Clock


JADWAL SHOLAT
HARI INI
SELURUH WILAYAH INDONESIA





ARAHKAN POINTER KE JAM
UNTUK MELIHAT TANGGAL

December 2016

MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigasi


E-MAIL FISIKA
daftar dan periksa disini !!
provided and suppoted by :
powered by :


 Beranda
 Blog
 Portal
 Forum

 Group Mailing List FI :
 Fisika Indonesia

 Situs HFI :
 Himpunan Fisika Indonesia

 Fisika Net Indonesia

 Kalender
 Lacak
 Galeri
 FAQ
 Group
 Anggota
 Profil
 Pesan Pribadi

 Panduan Warna

 Kotak Surat :
 Physics
 Google
 Yahoo!
 Live
 MSN
 HotMail
 AOL



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]


Latest topics

» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
Mon Apr 15, 2013 12:48 am by trfrm

» FORUM: Administrator: Salam Kenal
Fri Mar 29, 2013 11:29 pm by kresnadjaja

» INTRO: TESQSCAPE
Fri Mar 29, 2013 11:26 pm by kresnadjaja

» Kelompok Keahlian Fisika Sains
Fri Aug 17, 2012 11:02 am by kresnadjaja

» INFOTEK: Pesawat Mampu Terbang Non-Stop
Sat Oct 01, 2011 4:24 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
Sat Oct 01, 2011 4:20 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
Sat Oct 01, 2011 4:15 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
Sat Oct 01, 2011 4:11 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:56 pm by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
Tue Jan 11, 2011 2:48 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:42 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
Tue Jan 11, 2011 2:36 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:30 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
Tue Jan 11, 2011 2:28 pm by Achmad Firwany

» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Mon Jan 10, 2011 12:37 pm by Achmad Firwany

» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
Mon Jan 10, 2011 11:17 am by Achmad Firwany

» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
Mon Jan 10, 2011 11:10 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
Mon Jan 10, 2011 10:53 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
Mon Jan 10, 2011 10:51 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
Tue Dec 28, 2010 10:39 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
Fri Aug 27, 2010 1:49 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
Fri Aug 27, 2010 1:33 am by Achmad Firwany

» WEBINFO: E-mail Fisika
Sun Aug 22, 2010 5:40 pm by TESQSCAPE

» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
Sun Jul 18, 2010 12:13 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
Tue Jun 15, 2010 6:35 pm by Admin

» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
Tue Jun 15, 2010 6:21 pm by Admin

» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
Tue Jun 15, 2010 6:13 pm by Admin

» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
Sun Jun 13, 2010 12:06 pm by Achmad Firwany

» MATERIAL: Kristal Cair
Sat May 01, 2010 9:34 am by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
Sat May 01, 2010 9:23 am by Achmad Firwany

» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
Sat May 01, 2010 8:31 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
Sat May 01, 2010 8:14 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
Sat May 01, 2010 7:28 am by Admin

» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
Wed Apr 28, 2010 3:59 am by Admin

» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
Wed Apr 28, 2010 3:49 am by Admin

» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
Wed Apr 28, 2010 3:45 am by Admin

» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
Fri Apr 23, 2010 6:04 pm by Achmad Firwany

» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
Fri Apr 23, 2010 5:19 pm by Achmad Firwany

» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
Thu Apr 22, 2010 10:31 am by Achmad Firwany

» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
Thu Apr 22, 2010 10:23 am by Achmad Firwany

» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
Thu Apr 22, 2010 10:18 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
Thu Apr 22, 2010 10:01 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
Tue Apr 20, 2010 6:03 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
Tue Apr 20, 2010 5:30 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
Tue Apr 20, 2010 4:54 pm by Achmad Firwany

» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
Tue Apr 20, 2010 9:12 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
Tue Apr 20, 2010 8:44 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
Tue Apr 20, 2010 8:13 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
Tue Apr 20, 2010 8:00 am by Achmad Firwany

» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
Tue Apr 20, 2010 7:48 am by Achmad Firwany

» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 7:37 am by Admin

» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 6:49 am by Admin

» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
Tue Apr 20, 2010 5:30 am by Achmad Firwany

» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
Tue Apr 20, 2010 3:49 am by Achmad Firwany

» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Tue Apr 20, 2010 3:01 am by Achmad Firwany

» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
Tue Apr 20, 2010 2:52 am by Achmad Firwany

» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
Tue Apr 20, 2010 2:24 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
Tue Apr 20, 2010 2:20 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
Tue Apr 20, 2010 2:18 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
Tue Apr 20, 2010 2:15 am by Achmad Firwany

» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
Tue Apr 20, 2010 2:08 am by Achmad Firwany

» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
Tue Apr 20, 2010 1:35 am by Achmad Firwany

» LENSA: Nomor Anda Berapa?
Tue Apr 20, 2010 1:18 am by Achmad Firwany

» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
Tue Apr 20, 2010 12:57 am by Achmad Firwany

» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
Mon Apr 19, 2010 5:35 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
Mon Apr 19, 2010 11:25 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
Mon Apr 19, 2010 9:36 am by Achmad Firwany

» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
Mon Apr 12, 2010 5:18 am by Admin

» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
Fri Apr 09, 2010 7:34 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
Fri Apr 09, 2010 6:15 am by Admin

» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
Fri Apr 09, 2010 4:06 am by Admin

» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
Fri Apr 09, 2010 3:54 am by Admin

» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
Fri Apr 09, 2010 3:49 am by Admin

» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
Fri Apr 09, 2010 3:23 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Video
Fri Apr 09, 2010 3:10 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Audio
Fri Apr 09, 2010 2:59 am by Admin

» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
Fri Apr 09, 2010 2:32 am by Admin

» TEST: Membuat Tabulasi
Thu Apr 08, 2010 7:06 pm by Admin

» TEST: Membuat Daftar
Thu Apr 08, 2010 7:02 pm by Admin

» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
Thu Apr 08, 2010 7:00 pm by Admin

» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
Thu Apr 08, 2010 6:49 pm by Admin

» FORUM: Tata Tertib
Thu Apr 08, 2010 6:46 pm by Admin

» FORUM: Etika
Thu Apr 08, 2010 6:42 pm by Admin

» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
Thu Apr 08, 2010 6:35 pm by Admin

» FORUM: Selamat Datang
Thu Apr 08, 2010 6:15 pm by Admin

» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
Thu Apr 08, 2010 6:11 pm by Admin

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
Mon Feb 22, 2010 8:48 am by Admin

» WTA: Image To Seg-Y
Tue Feb 09, 2010 8:00 pm by hendraparley

Yahoo! Group Mailing List
Fisika Indonesia

User Yang Sedang Online

Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 187 pada Sat Nov 10, 2012 10:45 am

Statistics

Total 260 kiriman artikel dari user in 93 subjects

Total 39 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah embun.pagi.718

FISIKA-NET

Internet Banking


[ click to toggle ]

    KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Share

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 6:20 pm

    PENETAPAN KECEPATAN CAHAYA [1]

    (C) 2000-2010 - Achmad Firwany


    PERHITUNGAN BERDASARKAN PADA EKSPERIMEN TEKNIK

    Dicatat dalam sejarah fisika, bahwa kecepatan cahaya diukur pertama kali oleh Olaus Roemer pada 1676. Roemer mengukur kecepatan cahaya dengan cara menghitung waktu jarak diantara gerhana bbrp satelit planet Jupiter, kemudian ia memperoleh nlai kecepatan cahaya sekitar 214.000 km/detik.

    Kemudian pada 1726, James Bradley mengukur kecepatan cahaya dengan mengamati penyimpangan spektrum cahaya bintang, dan memperoleh nilai pengukuran kecepatan cahaya sekitar 301.000 km/detik.

    Tercatat juga bahwa, kecepatan cahaya diukur pd 1928―1930, dlm serangkaian eksperimen yg dilakukan khusus utk itu, oleh Albert Abraham Michelson (1852―1931), fisikawan Jerman ― Amerika dan Moreley, yg kemudian terkenal sebagai eksperimen Michelson―Moreley.


    Selama bertahun-tahun kecepatan cahaya ini diukur dan dihitung berulang kali, dan diperoleh kesimpulan bahwa kecepatan cahaya adalah tetap (constant, C). Berikut adalah bbrp hasil pengukuran dan perhitungan dari tahun ke tahun.

    KRONOLOGI PENGUKURAN KECEPATAN CAHAYA
    TahunOlehMetodaHasil [ km/detik ]
    1676Olaus Roemersatelit-satelit Yupiter214.000,000.000
    1726James Bradleyaberasi stelar301.000,000.000
    1849Armand Fizeauroda gerigi315.000,000.000
    1862Leon Foucaultcermin putar298.000,000.000
    1879Albert Michelsoncermin putar299.910,000.000
    1907Rosa Dorsaykonstanta-konstanta elektromagnetik299.788,000.000
    1926Albert Michelsoncermin putar299.796,000.000
    1947Essenresonator rongga299.792,000.000
    1958K. D. Froomeinterferometer radio299.792,500.000
    1973Evanson et alLASER299.792,457.400
    1983nilai diadaptasi299.792,458.000


    Selanjutnya berikut adalah bbrp ketetapan standarisasi.

    • Biro Standar Nasional AS (US National Bureau of Standards), C = 299.792,457.400 ± 0.001.100 km/detik = 299.792,458.5 km/detik.

    • Konferensi ke17 standar-standar pengukuran dan berat, C = 299.792,458 km/detik.

    • Laboratorium, Fisika Nasional Inggris (The British National Physical Laboratory), C = 299.792,459.000 ± 0.00.080 km/detik.

    Hasil komputasi terakhir sekarang ini, menetapkan bahwa konstanta kecepatan cahaya dlm ruang hampa, C = 299.792.500 m/detik = 299.792,500 km/detik = 186.282,366 mil/detik.

    Ini merupakan pembulatan keatas (rounded-up) dari C = 299.792,458 km/detik.

    • 1 detik cahaya = 299.792,500 km/detik = 186.282,366 mil/detik

    • 1 menit cahaya = 17.987.550 km = 11.176.942 mil

    • 1 jam cahaya = 1.079.253.000 km = 670.616.516 mil

    • 1 hari cahaya = 25.902.072.000 km = 16.094.796.381 mil

    • 1 tahun cahaya = 9.460.731.798.000 km = 5.878.624.378.055 km


    Ttg praktek lapangan bgmn secara teknik kecepatan cahaya diukur dan dihitung dlm eksperimen dan observasi adalah diluar cakupan tulisan ini. Yg jelas adalah bahwa konstanta kecepatan cahaya dlm ruang hampa ini tlh ditetapkan oleh bbg lembaga ilmiah sbg standar dunia.

    Hukum fisika menetapkan bahwa, kecepatan cahaya atau kecepatan núriýah (light velocity) dlm ruang hampa adalah tetap (constant), seragam (uniform) di tiap bagian semesta, dan merupakan kecepatan mutlak (absolute velocity), dan adalah kecepatan tertinggi dpt dicapai oleh materi atau energi.

    Cahaya itu sendiri adalah benda | materi dan sekaligus juga adalah tenaga | materi. Cahaya memiliki sifat dan perilaku ganda, sbg zarah benda (material particle) dan sbg gelombang tenaga (energetic wave), disebut dualitas zarah-gelombang cahaya (light particle-wave duality), dan zarah atau gelombang cahaya ini dinamakan foton (photon).




    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 7:41 pm

    PENETAPAN KECEPATAN CAHAYA [2]

    (C) 2000-2010 - Achmad Firwany


    PERHITUNGAN BERDASARKAN PADA AYAT-AYAT AL QUR`ÁN [1]

    Pernahkan anda membayangkan bahwa, kecepatan cahaya atau kecepatan núriýah (light velocity) tlh diinformasikan dlm Al Qur`án oleh Alláh, lbh 14 abad lampau?

    Sblm kita melakukan perhitungan berdasarkan informasi Al Qur`án, sbg pembanding, akan lbh dulu kita tinjau hasil perhitungan teknik di lapangan yg diolah menggunakan superkomputer tercanggih masa kini oleh para pakar jenius. Akan kita lihat kemudian, apakah nilai perhitungan ini cocok atau tidak dgn informasi Al Qur`án. Jika ternyata kemudian cocok, maka jelas bahwa informasi dlm Al Qur`án memang berasal dr Alláh SWT, sbg Maha-Pencipta cahaya, krn Muhammad saw, 14 abad silam, tak mungkin bisa menghitung kecepatan cahaya.

    . . .

    Utk dpt menghitung kecepatan cahaya atau kecepatan núriýah (light velocity), kecepatan malákiýah (angelic velocity) atau kecepatan terbang para malá`ikat atau peri (angle, fairy), dan kecepatan `illáhiýah (divine velocity) atau kecepatan perintah Alláh (`amru `allaahi, command of Alláh), yg diinformasikan dlm tiga ayat Al Qur`án, Q 22:47, 32:5, 70:4, sblmnya kita memerlukan angka-angka perhitungan hari dan tahun, krn tiga ayat tsb merujuk kpd perhitungan hari dan tahun.





    wa huwa `alladziy khalaqa `allayla wa `alnnahaara, wa `alsysyamsa wa `alqamara, kullun fiy falakin yasbahuwna.

    Dan Dia-adalah
    [Alláh] Dia-yang Dia-telah-menciptakan sang malam dan sang siang, dan sang Mentari dan sang Bulan, masing-masing didalam suatu-orbit mereka-beredar. [ Q 21:33 ]


    huwa `alladziy ja’ala `alsy-syamsa dhiyaa`an wa `al-qamara nuwran, wa qaddarahuu manaazila li ta’lamuw ‘adada-`als-siniyna wa `al-hisaba.

    Dia-adalah
    [Alláh] Dia-yang Dia-telah-menjadikan sang Mentari sebagai-sinar [memperoleh cahaya dari dalam, memiliki sumber cahaya sendiri dari reaksi nuklir] dan sang Bulan sebagai-cahaya [memperoleh cahaya dari luar, karena sinar Matahari], dan Dia-telah-mekadarkandia beberapa-fasa-orbital (orbital-phases) untuk kalian-mengetahui bilanganberbagai-tahun [almanak] dan sangaudit (perhitungan neraca keseimbangan) [interaksi gravitasional dan efek tidal]. [ Q 10:5 ]


    wa ja’alanaa `al-layla wa `aln-nahaara `aayatayni. fa mahawnaa `aayata `al-layli wa ja’alnaa `aayata `aln-nahaari mubshiratan li `ibtaghuw fadhlaan min rrabbikum.

    wa li ta’lamuw ‘adada
    -`als-siniyna wa `al-hisaaba; wa kullasyay`in fashshalnaa-hu tafshiylaan
    .

    Dan Kami-
    [Alláh, Al Kháliq dan makhluq-Nya]-telah-menjadikan sang malam dan sang siang sebagai-dua-tanda [bahwa Bumi berotasi, berputar pada porosnya]. Lalu Kami-telah-menyingkirkan tanda sang malam dan Kami-telah-menjadikan tanda sang siang sebagai-jalan untuk kalian-mencari berbagai-karunia dari [Alláh] [tuhan] pengasuhkalian.

    Dan untuk kalian-mengetahui bilangan
    berbagai-tahun [almanak] dan sang audit (perhitungan neraca keseimbangan) [interaksi gravitasional dan efek tidal]; dan tiap sesuatu Kami-telah-mencerahkandia dengan-pencerahan-berulang-kali. [ Q 17:12 ]


    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 7:47 pm

    PENETAPAN KECEPATAN CAHAYA [3]

    (C) 2000-2010 - Achmad Firwany


    PERHITUNGAN BERDASARKAN PADA AYAT-AYAT AL QUR`ÁN [2]


    Perhatikan dan pahamkan kandungan dua ayat Al Qur`án berikut.

    wa `inna yawmaan ‘inda rabbika, ka `alfi sanatin mmim-maa ta’udduwna.

    Dan sesungguhnya sehari dihadapan
    [Alláh] [tuhan] pengasuhmu, bak seribu tahun dari-apa-yang kalian-reken (reckon, cacah; count; hitung, calculate; compute). [ Q 22:47 ]


    yudabbiru `al `amra mina `als-samaa`i `ilaa `al `ardhi,
    tsumma ya’ruju `ilayhi fiy yawmin kaana miqdaaruhuu `alfa sanatin mmim-maa ta’udduwn
    a.

    [Alláh]
    Dia-mengatur sang perintah [urusan, perkara] dari sang langit ke sang Bumi,
    kemudian dia-
    [laporan tanggapan perintah tersebut]-naik kepadaDia didalam sehari [yang] telah-adalah kadarnya seribu tahun dari-apa-yang kalian-reken (reckon, cacah; count; hitung, calculate; compute). [ Q 32:5 ]


    Berdasarkan pd ayat Q 10:5, 17:12, 21:33, tlh dipaparkan dlm pos sblmnya, dan pd ayat Q 22:47 dan 32:5 diatas, dpt disimpulkan secara logik dan diasumsikan secara matematik bahwa,

    jarak ruang dan jangka waktu ditempuh cahaya adalah smdgn jarak ruang dan jangka waktu ditempuh oleh `al-Qamaruatau sang Bulan (the-Moon), dlm 1.000 tahun atau 1.000 x 12 bulan = 12.000 bulan.

    Mengapa Bulan? Ini merujuk kpd ayat Q 10:5, 17:12, 21:33, tlh dipaparkan dlm pos sblmnya, dan dimana perhitungan tahun digunakan dlm Islam adalah sanatu–`al-qamariyyati, tahun qamariýah, tahun rembulan, atau tahun bulan (lunar year).

    Dalil ini dpt kita rumuskan sbg persamaan matematik jarak ruang sbb:

    C . T = 12.000 . S atau C = (12.000 . S) / T


    dimana,

    • S, jarak ruang orbit Bulan, jarak ditempuh Bulan dlm revolusi orbital sideral Bulan selama sebulan, dlm satuan jarak ruang.

    • T, tempo atau jangka waktu, dlm hari sidrah, jangka waktu siklus rotasi aksial Bumi, dlm satuan jangka waktu.

    • C, konstanta (constant) kecepatan cahaya dlm ruang hampa, dlm satuan jarak ruang per satuan jangka waktu.

    Dlm pos sblmnya, ttg perhitungan waktu:

    tlh dipaparkan bahwa,

    • 1 bulan sidrah | siderik (sideric | sideral month) = jangka waktu siklus revolusi orbital sideral Bulan
      = 27 hari 7 jam 43 menit 11,500 detik = 27, 321.661 hari sidrah
      = 655,719.861 jam = 39.343,192 mnt = 2.360.591,500 dtk

    • 1 hari sidrah (sideral day) = jangka waktu siklus rotasi aksial Bumi
      = 23 jam 56 menit 4,090.6 detik = 0,997.269 hari = 23,934.444 jam
      = 1.436,067 mnt = 86.164,090.6 dtk waktu syamsiýah rerata (mean solar day).

    • 1 tahun sidrah (sideral year) = jangka waktu siklus revolusi sideral Bumi
      = 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik = 365,256.366 hari = 8.766,152.778 jam
      = 525.969,167 mnt = 31.558.150,000 dtk


    Sbgmn tlh diperikan dlm pd sblmnya, krn Bulan sambil mengorbit Bumi dibawa oleh Bumi mengorbit Mahatari, sementara Bumi sambil mengorbit Matahari dibawa oleh Matahari mengorbit BimaSakti, maka lintasan nyata orbit Bulan dlm 1 bulan sidrah bukanlah elips atau lingkaran, dgn perimeter p = 2 . pi . r, dimana r adalah radius rerata orbit Bulan; melainkan kelengkungan atau kurvatur (curvature), dgn jarak ruang

    S = v . t

    dimana,

    • S, spasi atau jarak ruang orbit Bulan, jarak ditempuh Bulan dlm revolusi orbital sideral Bulan selama sebulan.

    • t, tempo atau jangka waktu revolusi orbital sideral Bulan dlm sebulan
      = 27 hari 7 jam 43 menit 11,500 detik = 27, 321.661 hari sidrah
      = 655,719.861 jam = 39.343,192 mnt = 2.360.591,500 dtk

    • r, radius rerata orbit Bulan atau jarak ruang rerata Bulan thdp Bumi = 384.263 km

    • p, perimeter | keliling orbit [approksimasi sirkular] Bulan = 2,414.397 km

    • v, kecepatan revolusi orbital [aproksimasi circular] rerata Bulan, relativ thdp Bumi
      = ± 1,022.793 km/detik = ± 3.682,056 km/jam


    Krn bentuk nyata orbit Bulan bukan lingkaran atau elips, melainkan kurvatur, maka titik berangkat (start point) dan titik kembali (return point) Bulan tdk berimpit, melainkan membuat sudut @, relativ thdp orbit Bumi, yg besarnya setara dgn rasio jangka waktu siklus revolusi orbital sideral Bulan dan jangka waktu siklus revolusi sideral Bumi, shg

    @ = (siklus revolusi orbital sideral Bulan / siklus revolusi orbital sideral Bumi) x 360°
    = (27,321.661 hari / 365,256.366 hari) * 360° = 26,928.478.289°


    Sesuai dgn uraian diatas, krn bentuk nyata orbit Bulan bukan lingkaran, dgn perimeter p = 2 . pi . r, shg kecepatan revolusi orbital Bulan rerata

    v = p / t = (2 . pi . r ) / t,

    yg merupakan kecepatan rerata Bulan relativ thdp Bumi; maka sesuai rumusan gerak relativ Keppler ― Newton ― Eistein, kecepatan revolusi orbital rerata Bulan relativ thdp sidrah adalah

    V = v . Cos @.

    dimana,

    • V, kecepatan revolusi orbital rerata Bulan, relativ thdp sidrah.

    • v, kecepatan revolusi orbital [aproksimasi circular] rerata Bulan, relativ thdp Bumi
      = ± 1,022.793 km/detik = ± 3.682,056 km/jam

    • @, sudut kurvatur orbit Bulan = 26,928.478.289°

    shg

    V = v . Cos @
    =
    3.682,056 km/jam x Cos 26,928.478.289°
    = 3.682,056 x 0,891.572.527 = 3.282,820.000.0 km/jam


    dgn memasukkan masing-masing nilai diatas ke persamaan, diperoleh bahwa kecepatan cahaya adalah:

    C = (12.000 . S) / T = (12.000 . V . t) / T = (12.000 . v . Cos @ . t) / T

    =
    12.000 * 3.682,056 km/jam x 0,891.572.527 * 655,719.861 jam / 86.164,000 dtk
    = 12.000 * 3.282,820.000 km/jam * 655,719.861 jam / 86.164,000 dtk

    = 299.792,500 km/detik = 299.792.500 m/detik

    dengan toleransi error kalkulasi krn nilai bilangan pi, dlsb,

    C = 299.792,479 ± 0,021 km/detik, atau antara 299.792,458 dan 299.792,500 km/detik


    Jadi pertanyaannya, siapakah Keberadaan Supra-Cerdas (Super-Intelligent Being) atau sang Supraba (The-Superb) yg tlh memasukan informasi kecepatan cahaya sebesar 299.792,500 km/detik ini kedlm Al Qur`an?

    Tiada lain adalah Allah MahaBesar MahaPencipta sang semesta dan sang cahaya!



    KESIMPULAN

    Kalkulasi ini dilakukan dgn konsistensi, akuransi dan presisi tinggi [sampai 21 digit], dan hasil kalkulasi berdasarkan pd ayat Al Qur`án yg diwahyukan 14 abad silam dan hasil kalkulasi eksperimental dan observasi sains dan teknologi modern masa kini, ternyata cocok dan sesuai!

    Apakah mungkin Muhammad saw pd masa itu mampu memberikan data dan informasi berdasarkan pd komputasi presisi seperti ini? Tentu tdk! Dan tdk juga Jin! Berarti data dan informasi dlm ayat Al Qur`án adalah murni dr Alláh SWT! Allaahu `Akbar.





    `a fa lam yanzhuruw `ilaa `als-samaa`i fawqahum, kayfa banaynaahaa, wa zayyannaahaa, wa maa lahaa min furuwjin.

    Apakah maka tak-pernah mereka-memandang kepada sang
    langit (the-heaven) diatasmereka, bagaimana Kami-telah-membina | mengembangkan-[memuaikan, meluaskan, expanded, extended]dia, dan Kami-telah-menghiasidia, dan tiada bagidia dari suatu-keretakan-[cacat]. [ Q 50:6 ]



    Semoga berguna . . .



    ________________________________________

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Post by Achmad Firwany on Tue Apr 20, 2010 7:59 pm

    PENETAPAN KECEPATAN CAHAYA [4]

    (C) 2000-2010 - Achmad Firwany


    PERHITUNGAN BERDASARKAN PADA AYAT-AYAT AL QUR`ÁN [3]


    PENINJAUAN ULANG

    Utk yg msh kurang jelas dgn perhitungan diatas.

    Dari ayat Al Quran, Q 32:5,


    yudabbiru `al `amra mina `als-samaa`i `ilaa `al `ardhi,
    tsumma ya’ruju `ilayhi fiy yawmin kaana miqdaaruhuu `alfa sanatin mmim-maa ta’udduwn
    a.

    [Alláh]
    Dia-mengatur sang perintah [urusan, perkara] dari sang langit ke sang Bumi,
    kemudian dia-
    [laporan tanggapan perintah tersebut]-naik kepadaDia didalam sehari [yang] telah-adalah kadarnya seribu tahun dari-apa-yang kalian-reken (reckon, cacah; count; hitung, calculate; compute). [ Q 32:5 ]

    tersirat satu persamaan umum ruang—waktu matematik fisika, sbb:

    v = s * t, atau s = v / t, dan t = v / s

    dimana,

    v, velositas atau kecepatan, dlm meter per detik
    s, spasi atau jarak ruang, dlm meter
    t, tempo atau jangka waktu, dlm detik

    Berdasarkan pd ayat 32:5 Al Quran diatas, dpt dibuat persamaan sbb.

    kadar 1 hari sang urusan = kadar 1.000 tahun perhitungan manusia

    Karena 1 tahun = 12 bulan, maka,

    jarak dicapai sang urusan 1 hari = jarak mutlak ditempuh Bulan selama 12.000 bulan

    C * T = 12.000 * S

    C = (12.000 * S) / T

    dimana,

    • S, jarak ruang orbit Bulan, jarak ditempuh Bulan dlm revolusi orbital sideral Bulan selama sebulan, dlm satuan jarak ruang.

    • T, tempo atau jangka waktu, dlm hari sidrah, jangka waktu siklus rotasi aksial Bumi, dlm satuan jangka waktu.

    • C, konstanta (constant) kecepatan cahaya dlm ruang hampa, dlm satuan jarak ruang per satuan jangka waktu.

    dimana,

    1 hari sidrah= 23 jam 56 menit 4,090.6 detik = 86.164,090.6 detik

    shg,

    T = 86.164,090.6 detik

    Sistem sidrah menghitung secara tepat berapa waktu dibutuhkan Bumi utk melakukan rotasi penuh 360 ° [ derajat ]. Dgn demikian, maka

    S = V * t

    dimana,

    • V, velositas absolut atau kecepatan mutlak revolusi orbital Bulan thdp Bumi,
      velositas relativ atau kecepatan nisbi revolusi orbital Bulan thdp sidrah.
    • t, tempo atau jangka waktu revolusi orbital sideral Bulan dlm sebulan = 27,321.661 hari


    Kecepatan mutlak revolusi orbital Bulan bisa diperoleh berdasarkan pd kecepatan nisbi revolusi orbital Bulan dalam 1 edaran penuh mengelilingi Bumi, sbb.

    v = 2.pi.r / T = p / T

    dimana,

    • v, velositas relativ atau kecepatan nisbi revolusi Bulan terhadap Bumi
    • r, radius rerata orbit Bulan atau jarak ruang rerata Bulan thdp Bumi = 384.263 km
    • p, perimeter | keliling orbit [approksimasi sirkular] Bulan = 2,414.397 km
    • pi, konstanta lingkaran Archimedes


    dimana,

    22/7 > pi > 223/71 atau 3 1/7 > pi > 3 10/71, atau ? = 3,141.592.653.589.793.238.462.643. . . . = How I wish I could recollect of circle round the exact relation Archimede uncount … … … … … … … … … … ???

    dan, utk hari sidrah

    T = 1 bulan sidrah | siderik (sideric | sideral month)
    T = jangka waktu siklus revolusi orbital sideral Bulan
    T = 27 hari 7 jam 43 menit 11,500 detik = 27, 321.661 hari sidrah

    krn,

    1 hari sidrah = 23 jam 56 menit 4,090.6 detik = 86.164,090.6 detik

    maka,

    T = 27 hari 7 jam 43 menit 11,500 detik * 23 jam 56 menit 4,090.6 detik
    T = 655,719.861 jam = 39.343,192 mnt = 2.360.591,500 dtk

    shg,

    v = 2 * 3,141.592.653.589.793.238.462.643 * 384.263 / 655,719.861
    v = 3.682,053.535 km/jam

    Utk kecepatan mutlak edar bulan,

    V = v * Cos @

    dimana,

    • V, velositas absolut atau kecepatan mutlak revolusi Bulan di angkasa
    • @, derajat sudut dibuat oleh revolusi Bumi selama satu bulan sidrah


    Artinya kecepatan mutlak Bulan bisa didapat dengan mengukur juga pergerakan revolusi Bumi selama waktu pengukuran yang diukur relativ sebelumnya.

    Sudut @ adalah perbandingan waktu 1 bulan sidrah / waktu total revolusi Bumi 360 derajat penuh.

    @ = (siklus revolusi orbital sideral Bulan / siklus revolusi orbital sideral Bumi) x 360°
    = (27,321.661 hari / 365,256.366 hari) * 360° = 26,928.478.289°

    Dgn demikian, maka,

    S = V * t = v * Cos @ * t

    dan

    C = (12.000 * S) / T = (12.000 * v * Cos @ * t) / T

    dimana,

    • v, velositas relativ atau kecepatan nisbi revolusi Bulan terhadap Bumi = 3.682,053.535 km/jam
    • V, velositas absolut atau kecepatan mutlak revolusi orbital Bulan thdp Bumi,
      velositas relativ atau kecepatan nisbi revolusi orbital Bulan thdp sidrah = 3.682,053.535 km/jam * Cos 26,928.478.289°
    • t, tempo atau jangka waktu revolusi orbital sideral Bulan dlm sebulan = 27,321.661 hari = 655,719.86 jam
    • T, waktu selama satu hari = 86.164,090.6 detik


    maka,

    C = (12.000 * 3.682,07 km/jam * 0,891.57 * 655,719.86 jam) / 86.164,090.6 detik
    C = 299.792,5 km/detik

    dengan toleransi error kalkulasi krn nilai bilangan pi dlsb,

    C = 299.792,479 ± 0,021 km/detik, atau antara 299.792,458 dan 299.792,500 km/detik


    Dgn demikian, tabel knonologi pengukuran kecepatan cahaya berubah menjadi sbb.

    KRONOLOGI PENGUKURAN KECEPATAN CAHAYA
    TahunOlehMetodaHasil [ km/detik ]
    0610Wahyu AllahAl Quran299.792,458.000
    1676Olaus Roemersatelit-satelit Yupiter214.000,000.000
    1726James Bradleyaberasi stelar301.000,000.000
    1849Armand Fizeauroda gerigi315.000,000.000
    1862Leon Foucaultcermin putar298.000,000.000
    1879Albert Michelsoncermin putar299.910,000.000
    1907Rosa Dorsaykonstanta-konstanta elektromagnetik299.788,000.000
    1926Albert Michelsoncermin putar299.796,000.000
    1947Essenresonator rongga299.792,000.000
    1958K. D. Froomeinterferometer radio299.792,500.000
    1973Evanson et alLASER299.792,457.400
    1983nilai diadaptasi299.792,458.000

    • Biro Standar Nasional AS (US National Bureau of Standards), C = 299.792,457.400 ± 0.001.100 km/detik = 299.792,458.5 km/detik.

    • Konferensi ke17 standar-standar pengukuran dan berat, C = 299.792,458 km/detik.

    • Laboratorium, Fisika Nasional Inggris (The British National Physical Laboratory), C = 299.792,459.000 ± 0.00.080 km/detik.


    Konfirmasi Al Qur`an thdp komputasi sains dan teknologi, dgn toleransi error kalkulasi manusia krn nilai bilangan pi, dlsb,

    C = 299.792,479 ± 0,021 km/detik, atau antara 299.792,458 dan 299.792,500 km/detik


    Sebenarnya sejak semesta diciptakan, cahaya sudah diciptakan Allah dengan kecepatan mendekati 299.792,5 km/detik, tapi baru diwahyukan kepada manusia sejak 610 M.

    Mengapa Allah tak menyatakan secara langsung bahwa sang perintah mempunyai kecepatan cahaya? Padahal kata-kata kecepatan dan cahaya sudah disebutkan di bbg bagian lain dalam Al Quran. Jawabannya adalah agar kita membaca, mengkaji, mempelajari, memikirkan, menghitung, merenungi ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran-Nya [ Q 10:5, 10:24,17:12, 21:33, 22:47, 32:5, 50:6, 70:4, dlsb. ]


    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Post by Achmad Firwany on Thu Apr 22, 2010 10:01 am

    PENETAPAN KECEPATAN CAHAYA [5]

    (C) 2000-2010 - Achmad Firwany


    MANUSIA TAK PERNAH BISA MENGHITUNG SECARA TEPAT



    wa `allaahu yuqaddiru `al-layla wa `aln-nahaara; ‘alima `an llan tuhshuwhu, fa taaba ‘alaykum.

    Dan Alláh Dia-mengkadar sang malam dan sang siang. Dia-Mengetahui bahwasanya tak-akan-pernah kalian-dapat-menghitungdia [secara pasti dalam bilangan-bulat, kadar satu-hari dan batas antara sang-malam dan sang-siang, would-never all-of-you-can-calculate exactly an integer-number of rate of a-day and boundary between the-night and the-day], maka Dia-telah-mentaubatkan ataskalian [memaklumi kalian akan hal tersebut dengan memaafkan ketaktepatan perhitungan waktu]. [ Q 73:20 ]

    . . .






    ________________________________________

    Sponsored content

    Re: KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya

    Post by Sponsored content Today at 3:50 pm


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 3:50 pm