KAMI MENGUNDANG PARA FISIKAWAN DAN PEMERHATI FISIKA UNTUK BERGABUNG DALAM FORUM KOMUNIKASI INI

Login

Lupa password?

Real Time Clock


JADWAL SHOLAT
HARI INI
SELURUH WILAYAH INDONESIA





ARAHKAN POINTER KE JAM
UNTUK MELIHAT TANGGAL

December 2016

MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigasi


E-MAIL FISIKA
daftar dan periksa disini !!
provided and suppoted by :
powered by :


 Beranda
 Blog
 Portal
 Forum

 Group Mailing List FI :
 Fisika Indonesia

 Situs HFI :
 Himpunan Fisika Indonesia

 Fisika Net Indonesia

 Kalender
 Lacak
 Galeri
 FAQ
 Group
 Anggota
 Profil
 Pesan Pribadi

 Panduan Warna

 Kotak Surat :
 Physics
 Google
 Yahoo!
 Live
 MSN
 HotMail
 AOL



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]



[ click to toggle ]


Latest topics

» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
Mon Apr 15, 2013 12:48 am by trfrm

» FORUM: Administrator: Salam Kenal
Fri Mar 29, 2013 11:29 pm by kresnadjaja

» INTRO: TESQSCAPE
Fri Mar 29, 2013 11:26 pm by kresnadjaja

» Kelompok Keahlian Fisika Sains
Fri Aug 17, 2012 11:02 am by kresnadjaja

» INFOTEK: Pesawat Mampu Terbang Non-Stop
Sat Oct 01, 2011 4:24 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
Sat Oct 01, 2011 4:20 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
Sat Oct 01, 2011 4:15 pm by Achmad Firwany

» DINAMIK: Konversi dan Konservasi Energi
Sat Oct 01, 2011 4:11 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:56 pm by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
Tue Jan 11, 2011 2:48 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:42 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
Tue Jan 11, 2011 2:39 pm by Achmad Firwany

» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
Tue Jan 11, 2011 2:36 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
Tue Jan 11, 2011 2:30 pm by Achmad Firwany

» PLANETOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
Tue Jan 11, 2011 2:28 pm by Achmad Firwany

» MEDIK: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Mon Jan 10, 2011 12:37 pm by Achmad Firwany

» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
Mon Jan 10, 2011 11:17 am by Achmad Firwany

» IPTEK: Amerika Bangun MegaProyek Matahari Buatan
Mon Jan 10, 2011 11:10 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
Mon Jan 10, 2011 10:53 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
Mon Jan 10, 2011 10:51 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
Tue Dec 28, 2010 10:39 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
Fri Aug 27, 2010 1:49 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
Fri Aug 27, 2010 1:33 am by Achmad Firwany

» WEBINFO: E-mail Fisika
Sun Aug 22, 2010 5:40 pm by TESQSCAPE

» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
Sun Jul 18, 2010 12:13 pm by Achmad Firwany

» NUKLIR: PII Rekomendasikan Penerapan Energi Nuklir
Tue Jun 15, 2010 6:35 pm by Admin

» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
Tue Jun 15, 2010 6:21 pm by Admin

» INFO: Lukman Hakim Dilantik Jadi Kepala LIPI
Tue Jun 15, 2010 6:13 pm by Admin

» KOSMO: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan
Sun Jun 13, 2010 12:06 pm by Achmad Firwany

» MATERIAL: Kristal Cair
Sat May 01, 2010 9:34 am by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
Sat May 01, 2010 9:23 am by Achmad Firwany

» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
Sat May 01, 2010 8:31 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Chernobyl Bukan Alasan Tolak PLTN
Sat May 01, 2010 8:14 am by Admin

» NUKLIR: BATAN: Indonesia Baru Memiliki PLTN 2018-2020
Sat May 01, 2010 7:28 am by Admin

» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
Wed Apr 28, 2010 3:59 am by Admin

» INFOTEK: Indonesia Konsisten Perhatikan Keselamatan Nuklir
Wed Apr 28, 2010 3:49 am by Admin

» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
Wed Apr 28, 2010 3:45 am by Admin

» KOSMOS: Anda Bukan Apa-Apa ...
Fri Apr 23, 2010 6:04 pm by Achmad Firwany

» ASTRO: Foto Pertama "Mikroskop" Matahari
Fri Apr 23, 2010 5:19 pm by Achmad Firwany

» OPTO: LASER: Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation
Thu Apr 22, 2010 10:31 am by Achmad Firwany

» ASTRO: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
Thu Apr 22, 2010 10:23 am by Achmad Firwany

» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI - 17 Agustus 1945
Thu Apr 22, 2010 10:18 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Penetapan Kecepatan Cahaya
Thu Apr 22, 2010 10:01 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
Tue Apr 20, 2010 6:03 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
Tue Apr 20, 2010 5:30 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kelajuan Ekstrim: Lebih Laju daripada Cahaya
Tue Apr 20, 2010 4:54 pm by Achmad Firwany

» INTERMEZO: Proyek Antariksa Indonesia ...
Tue Apr 20, 2010 9:12 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
Tue Apr 20, 2010 8:44 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
Tue Apr 20, 2010 8:13 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
Tue Apr 20, 2010 8:00 am by Achmad Firwany

» KEMO: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
Tue Apr 20, 2010 7:48 am by Achmad Firwany

» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 7:37 am by Admin

» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
Tue Apr 20, 2010 6:49 am by Admin

» INFOTEK: Lensa Tembus-Pandang
Tue Apr 20, 2010 5:30 am by Achmad Firwany

» OPTO: Sains dan Teknologi Lensa Tembus Pandang
Tue Apr 20, 2010 3:49 am by Achmad Firwany

» BIO: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
Tue Apr 20, 2010 3:01 am by Achmad Firwany

» PSI: Menguak Kemampuan PSI | ESP
Tue Apr 20, 2010 2:52 am by Achmad Firwany

» ESAI: Orang Bodoh VS Orang Pintar
Tue Apr 20, 2010 2:24 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Black Hole: Jangan Tamak ... Jangan Serakah
Tue Apr 20, 2010 2:20 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Reach: Jadilah DiriMu Sendiri
Tue Apr 20, 2010 2:18 am by Achmad Firwany

» NICE VIDEO: Voodoo: Kejahatan Anda Akan Balik Kepada Anda
Tue Apr 20, 2010 2:15 am by Achmad Firwany

» PHOTO: Warna. Properti dan Atribut
Tue Apr 20, 2010 2:08 am by Achmad Firwany

» MIKROTEK: Kenali Kartu Plastik Pengganti Uang Anda
Tue Apr 20, 2010 1:35 am by Achmad Firwany

» LENSA: Nomor Anda Berapa?
Tue Apr 20, 2010 1:18 am by Achmad Firwany

» GEO: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
Tue Apr 20, 2010 12:57 am by Achmad Firwany

» MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
Mon Apr 19, 2010 5:35 pm by Achmad Firwany

» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
Mon Apr 19, 2010 11:25 am by Achmad Firwany

» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
Mon Apr 19, 2010 9:36 am by Achmad Firwany

» TEKNO: Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir
Mon Apr 12, 2010 5:18 am by Admin

» ASTRO: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
Fri Apr 09, 2010 7:34 am by Achmad Firwany

» KOSMOS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
Fri Apr 09, 2010 6:15 am by Admin

» MATERIAL: MetaMaterial Memungkinkan Anda Menghilang dari Pandangan
Fri Apr 09, 2010 4:06 am by Admin

» GEO: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
Fri Apr 09, 2010 3:54 am by Admin

» KOSMOS: Jarak Antara Bumi dan Bulan Makin Hari Makin Jauh dan Hari Makin Panjang
Fri Apr 09, 2010 3:49 am by Admin

» TUTORIAL: Memuat Citra KompuGrafik: Foto | Gambar di Forum ini
Fri Apr 09, 2010 3:23 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Video
Fri Apr 09, 2010 3:10 am by Admin

» TEST: Menampilkan Klip Audio
Fri Apr 09, 2010 2:59 am by Admin

» TEST: Menampilkan Citra Grafiks: Foto Atau Gambar
Fri Apr 09, 2010 2:32 am by Admin

» TEST: Membuat Tabulasi
Thu Apr 08, 2010 7:06 pm by Admin

» TEST: Membuat Daftar
Thu Apr 08, 2010 7:02 pm by Admin

» TEST: 1 ... 2 ... 3 ...
Thu Apr 08, 2010 7:00 pm by Admin

» FORUM: Pertanyaan Tak Akan Dijawab oleh Administrator
Thu Apr 08, 2010 6:49 pm by Admin

» FORUM: Tata Tertib
Thu Apr 08, 2010 6:46 pm by Admin

» FORUM: Etika
Thu Apr 08, 2010 6:42 pm by Admin

» FORUM: Ketentuan dan Kebijakan Administrator Forum
Thu Apr 08, 2010 6:35 pm by Admin

» FORUM: Selamat Datang
Thu Apr 08, 2010 6:15 pm by Admin

» FORUM: Undangan Untuk Para Pemerhati Fisika
Thu Apr 08, 2010 6:11 pm by Admin

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
Mon Feb 22, 2010 8:48 am by Admin

» WTA: Image To Seg-Y
Tue Feb 09, 2010 8:00 pm by hendraparley

Yahoo! Group Mailing List
Fisika Indonesia

User Yang Sedang Online

Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 187 pada Sat Nov 10, 2012 10:45 am

Statistics

Total 260 kiriman artikel dari user in 93 subjects

Total 39 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah embun.pagi.718

FISIKA-NET

Internet Banking


[ click to toggle ]

    PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa

    Share

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa

    Post by Achmad Firwany on Sat May 01, 2010 9:13 am

    Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa

    antimatter, antimateri, particle, partikel, atom, nuclear, nuklir, quarck, physics, fisika


    TEMPO Interaktif, Cape Canaveral - Antimateri adalah partikel paling langka dan sulit dideskripsikan di alam semesta. Antimateri terbuat dari partikel yang bermuatan berlawanan dalam jumlah energi yang sama. Misalnya, antimateri dari elektron adalah positron, atau antimateri dari proton, yang bermuatan positif, adalah antiproton yang bermuatan negatif.

    Antiproton yang tercipta di antariksa membombardir bumi dalam bentuk sinar kosmik, yang merupakan partikel elementer yang bergerak nyaris setara dengan kecepatan cahaya. Ketika materi dan antimateri itu bertabrakan, keduanya akan saling meniadakan, menciptakan energi murni tanpa meninggalkan residu.

    Keberadaan antimateri pertama kali diajukan oleh Paul Dirac pada 1928. Sejak saat itu para ilmuwan berusaha mempelajari teori keberadaan partikel antimateri yang diciptakan oleh peluruhan nuklir dan tumbukan materi normal berenergi tinggi. Pada saat ini, positron umum dijumpai dalam berbagai pencitraan medis.

    Meski begitu, antiatom, yang tersusun dari antriproton dan antineuron, amat jarang dijumpai. Mengingat kita hidup di dunia yang didominasi oleh materi reguler, antiproton dan antineuron umumnya langsung musnah sebelum mereka bisa membentuk antinukleus.

    Pencarian partikel antimateri ini tak hanya berlangsung dalam laboratorium yang memiliki akselerator partikel, tapi juga hingga ke antariksa. Sebuah tim ilmuwan dari berbagai negara bahkan pernah meluncurkan sebuah balon pembawa instrumen hingga ketinggian 39 kilometer di atas Antartika untuk mencari partikel langka itu.

    Seluruh upaya pencarian partikel antimateri itu dilakukan untuk memahami asal-muasal antimateri dalam sinar kosmik termasuk membuktikan teori Big Bang, ledakan besar di antariksa yang menjadi asal-usul lahirnya alam semesta. Bentuk paling mendasar dari teori Big Bang itu memprediksi bahwa tercipta materi dan antimateri dalam jumlah yang sama. Entah bagaimana, materi mendominasi antimateri dalam beberapa tahap awal seusai ledakan itu terjadi.

    Salah satu tujuan peluncuran detektor antimateri Alpha Magnetic Spectrometer (AMS) adalah untuk menemukan adanya bukti keberadaan antimateri yang mungkin masih tersisa di luar sana. "Saya telah mempelajari eksperimen antariksa selama 15 tahun, tapi kita hanya bisa yakin bila kita berada di stasiun antariksa untuk mengambil data itu," kata Samuel Ting, peraih Hadiah Nobel, yang memimpin tim AMS.

    Ting menyatakan bahwa tugas utamanya adalah menjamin fase terakhir perakitan detektor agar tak ada yang meleset. Ting adalah salah satu penemu partikel antimateri kompleks pertama. Selama 45 tahun dia terus-menerus "dihantui" oleh massa yang hilang itu. "Pada awalnya, jika Anda memiliki sebuah elektron, Anda haruslah mempunyai positron. Jika anda punya proton, Anda pasti juga punya antiproton," katanya. "Dengan kata lain, haruslah ada materi dan antimateri dalam jumlah yang sama. Itulah yang membuat saya penasaran, di manakah alam semesta yang terbuat dari antimateri. Itu adalah salah satu alasan kami mengusulkan eksperimen ini.

    Ting menyatakan AMS punya misi ilmiah yang amat penting. "Ini adalah eksperimen definitif untuk melihat apakah antimateri alam semesta benar-benar ada atau tidak," ujarnya.



    TJANDRA | NATURE | NASA | MSNBC
    Kamis, 29 April 2010 | 15:09 WIB
    http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/04/29/brk,20100429-244228,id.html

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Total Pesan : 198
    Poin : 316
    Reputasi : 0
    Sejak : 09.04.10
    Organisasi : HFI | HAGI | IEEE | NYAS
    Interes | Hobi : Fisika | KosmoFisika
    Moto | Slogan : Tiap Sesuatu adalah Unik
    Lokasi Domisili : Bojong Sari Depok | Parung Bogor

    Re: PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa

    Post by Achmad Firwany on Sat May 01, 2010 9:23 am

    Jantung Baru untuk Detektor Antimateri

    antimatter, antimateri, particle, partikel, physics, fisika
    Ulang-Alik Discovery

    TEMPO Interaktif, Cape Canaveral - Misi pesawat ulang-alik terakhir Badan Antariksa Amerika (NASA) akan ditunda hingga November mendatang. Penundaan itu terpaksa dilakukan untuk memberi kesempatan bagi para ilmuwan mengubah detektor partikel yang akan dibawa ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

    Masih tersisa tiga penerbangan pesawat ulang-alik sebelum program itu dihentikan pada 30 September mendatang, NASA berencana menutup program itu dengan pengiriman misi final membawa suplai ke ISS, yang akan diemban pesawat ulang-alik Discovery.

    Misi penutup itu kini diambil alih oleh pesawat ulang-alik Endeavour, yang akan membawa Alpha Magnetic Spectometer (AMS), sebuah proyek gabungan 16 negara yang dikepalai oleh pemenang Hadiah Nobel, Samuel Ting, fisikawan dari Massachusetts Institute of Technology di Cambridge. "Sudah dipastikan Endeavour tidak bisa meluncur pada Juli nanti sesuai dengan manifest," kata juru bicara NASA, Kyle Herring.

    Perubahan itu terjadi hanya tiga bulan sebelum detektor partikel AMS dijadwalkan berangkat ke antariksa. AMS, yang dirancang khusus untuk mencari partikel antimateri, materi gelap dan berbagai bentuk materi eksotik lainnya di antariksa, semula dijadwalkan meluncur pada Juli 2010. Namun mendadak para fisikawan yang mengerjakan detektor pelacak antimateri itu memutuskan mengganti magnet superkonduksi berbentuk donat seberat 23.550 kilogram, yang menjadi jantung eksperimen, itu dengan magnet permanen yang lebih lemah.

    Penggantian magnet itu berkaitan dengan proposal pemerintahan Presiden Barrack Obama untuk memperpanjang program stasiun antariksa hingga setidaknya 2020. Perpanjangan waktu itu mendorong para ilmuwan menukar magnet superkonduksi detektor yang didinginkan secara cryogenic dengan sebuah magnet permanen yang usianya lebih lama.

    Sementara magnet superkonduksi hanya mampu beroperasi selama tiga tahun, magnet permanen dapat bertahan hingga 10 sampai 18 tahun. Magnet permanen itu sebelumnya digunakan dalam sebuah uji coba menggunakan pesawat ulang-alik pada 1998.
    "Kami mulai memikirkan penggantian itu pada akhir tahun lalu hingga awal Januari, ketika orang mulai membicarakan kemungkinan stasiun antariksa dipertahankan hingga 2020 dan seterusnya," kata Ting.

    Selain pertimbangan masa pakai, penggantian magnet jantung AMS dilakukan karena hasil pengujian menunjukkan bahwa magnet itu akan membangkitkan panas lebih tinggi daripada perkiraan semula. Magnet itu beroperasi pada 1,8 derajat Celsius di atas nol absolut, dan untuk menjaganya tetap berada pada temperatur dingin itu selama tiga tahun, para ilmuwan berencana membekalinya dengan 2.500 liter helium. Namun hasil tes menunjukkan bahwa AMS akan kehabisan heliumnya dalam 20 bulan, atau 28 bulan, kata Ting, jika peranti pendinginnya ditingkatkan.

    Berdasarkan rencana NASA sebelumnya, stasiun antariksa akan ditutup pada 2015 sehingga, kata Ting, usia pakai AMS selama tiga tahun dianggap sudah cukup. Namun kebijakan Obama untuk mempertahankan ISS tetap mengorbit hingga 2020 dan mungkin untuk seterusnya, yang diumumkan secara resmi pada Maret lalu, memungkinkan AMS beroperasi hingga 10 tahun atau lebih. "Tapi itu hanya bisa terjadi bila detektor partikel itu menggunakan magnet permanen, yang tak membutuhkan pendingin, sehingga kami memutuskan untuk menukarnya," kata Ting.

    Sayangnya, penggantian "jantung" itu punya konsekuensi lain. Modifikasi itu menurunkan kemampuan alat tersebut untuk membengkokkan jalur partikel kosmik bermuatan ketika mereka melintas menembus lima tipe detektor berbeda. Itu menyebabkan resolusi massa spektrometer itu menurun dan membutuhkan rekonfigurasi sejumlah komponen. Namun Ting mengatakan masalah itu bisa diatasi dengan menambahkan lebih banyak detektor yang lebih akurat serta perpanjangan waktu pemantauan selama beberapa tahun di orbit lebih dari cukup sebagai kompensasinya.

    Trent Martin, manajer proyek AMS di Johnson Space Center NASA di Houston, Texas, mengatakan tim AMS dapat membereskan urusan modifikasi itu. "Saya menghabiskan tiga pekan terakhir di Eropa untuk mencari kemungkinan penyelesaian masalah itu, dan saya yakin mereka bisa membuat perubahan itu," katanya.

    Magnet pengganti itu, yang diluncurkan ke antariksa bersama prototipe AMS dalam misi pesawat ulang-alik pada 1998, dikeluarkan dari ruang penyimpanan steril di Jerman untuk menjalani pemeriksaan. Tak ditemukan adanya degradasi pada magnet itu dan alat tersebut dijadwalkan tiba di CERN, organisasi Eropa untuk riset nuklir, di Jenewa, pekan ini, untuk dirakit.

    Perubahan jadwal peluncuran AMS ini bukan yang pertama kali terjadi. Para ilmuwan semua berharap bisa meluncurkannya pada 2005, tapi rencana itu batal karena tragedi yang menimpa pesawat ulang-alik Columbia pada 2003 dan NASA menghentikan sementara seluruh armada pesawat ulang-aliknya. Dari 2005 hingga 2008, NASA sama sekali tak punya rencana untuk meluncurkan detektor partikel itu.

    | TJANDRA DEWI REUTERS | SCIENCEMAG | NASA
    Kamis, 29 April 2010 | 15:04 WIB
    http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/04/29/brk,20100429-244225,id.html

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 3:51 pm